Pengumuman Hasil Uji Kompetensi Lelang Kepsek Makassar, 224 Gugur

oleh

MAKASSAR,BB – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto akhirnya mengumumkan hasil lelang jabatan kepala sekolah (Kepsek), Minggu (10/1) di rumah jabatannya. Dalam pengumuman hasil lelang tersebut, dari 961 calon yang ikut uji kompetensi, sebanyak 224 calon yang terpaksa dinyatakan gugur.

Menurut Wali Kota Makassar, hasil ini cukup adil karena telah melewati proses seleksi ketat dengan 3 kriteria penilaian. Ketiga penilaian tersebut adalah uji kompetensi dari Pusdiklat UNM, uji visi misi pansel serta uji integritas dari Inspektorat Makassar.

Loading...

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Ramdhan juga menyampaikan bahwa Pemkot Makassar akan menganggarkan uji kompetisi setiap tahun. Pasalnya, kompetensi dibidang pendidikan di kota Makassar masih dalam taraf memprihatinkan. “ Bila grade 50 dan 40 dinaikkan , maka banyak kandidat yang gugur” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Makassar, Firman Pagarra menyampaikan bahwa kandidit yang dinyatakan lolos selanjutnya akan dipublikasikan di media massa sebagai bagian dari tahapan uji publik para calon kepsek ini. “Partisipasi masyarakat diperlukan untuk memberi masukan dengan menyertakan bukti yang ada”, kata Firman.

Wali kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto menyampaikan bahwa masing-masing 3 orang terbaik hasil lelang kepala sekolah pada jenjang SD, SMP, SMA dan SMK sudah hampir dipastikan lolos. Hal ini merupakan penghargaan prestasi yang diberikan Danny kepada peserta lelang kepala sekolah yang berhasil meraih nilai tertinggi pada setiap jenjang sekolah yang dilelangkan.
“Sebanyak 12 orang yang masuk tiga besar di setiap jenjang pendidikan yang dilelangkan itu hampir dipastikan lolos. Ini merupakan reward yang diberikan atas prestasi yang mereka capai,” ucap Danny di Rujab Anging Mammiri, (10/1).

Meski demikian, ke 12 orang ini kata Danny masih harus melewati beberapa tahapan seleksi yakni uji publik, uji kesehatan dan tes urine. Jika calon kepala sekolah bersangkutan tidak memiliki kasus yang bisa menggugurkannya maka sudah dipastikan mereka akan menjabat sebagai kepala sekolah.

Adapun nama ke 12 peraih nilai tertinggi yang dimaksud yaitu untuk jenjang SD Baharuddin Thalib asal SDI Gunung Sari, Fitriyani SDN Mamajang 1, dan Hj. Ajawati dari SDN Maccini Baru. Untuk jenjang SMP, Akib, asal sekolah SMPN 36, H. Munir, SMPN 30, dan Husain Patta dari SMPN 10.

Sementara pada jenjang SMA, atas nama, Syamsuddin SMAN 11, Abdul Hajar SMAN 7, Muh. Yusran asal sekolah SMAN 9, dan tingkat SMK yakni Muh. Jufri SMK 1, Kasrun Kasira SMK 3, dan Chaidir Madjah dari SMK 2. “Setelah semua tahapan tes selesai, kita kembali akan mengumumkan penempatannya,” pungkasnya.
Danny mengatakan bahwa asal sekolah bukan merupakan jaminan bahwa yang bersangkutan akan menjadi kepala sekolah di tempat itu. Melainkan akan dilihat dari bobot sekolah dan prestasi serta kemampuan kompetensi yang dimiliki calon yang bersangkutan.

Wali kota berlatar belakang arsitek ini memastikan bahwa hasil lelang tersebut murni dan tidak ada “dekkeng” sama sekali. “Saya tidak mau tahu siapa dia, siapa dekkengnya. Yang jelas kita memilih berdasarkan perolehan nilainya,” bebernya.

Menurutnya, penilaian dilakukan berdasarkan uji visi-misi, uji integritas, dan uji kompetensi. Uji kompetensi ini dilakukan oleh Pusdiklat UNM dengan 8 kriteria penilaian. Sementara uji visi-misi dilakukan oleh 52 orang Pansel dengan melihat kesesuaian pemahaman setiap peserta terkait revolusi pendidikan di kota Makassar. Selanjutnya juga terdapat uji integritas yang diambil melalui hasil laporan Inspektorat.

Dari hasil penilaian tersebut, hanya 50 persen dari total pendaftar yang bisa mengikuti tes lanjutan yaitu uji publik. Penetapan ini diambil berdasarkan standar penilaian dengan skor 50 untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK. Pada jenjang SD standar kelulusan diturunkan menjadi 40. Ada pun yang hanya memperoleh skor di bawah standar yang ditetapkan sudah dipastikan tidak lulus. Khusus uji kompetensi, Danny mengatakan akan menganggarkan untuk dilaksanakan setiap tahun.

“Uji kompetensi bukan untuk mengganti kepala sekolah. Tapi menilai performa kepala sekolah supaya ada peningkatan. Kepala sekolah yang sudah baik harus menjaga kompetensinya. Karena yg tidak lolos masih memiliki kesempatan jadi kepala sekolah jika mereka mau terus meningkatkan kompetensi yang dimilikinya,” tegasnya.

Laporan: Iskandar Burhan/SmartCity Mks

Loading...