Permohonan sengketa Pilkada Bulukumba terancam gugur

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Kabar terbaru datang dari sidang sengketa Pilkada Bulukumba di Mahkamah Konstitusi. Majelis Hakim Panel I yang dipimpin oleh Ketua MK Arief Hidayat mempertanyakan mengenai kuasa hukum dari Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Bulukumba, Sulawesi Selatan Nomor Urut 5 Askar HL-Nawawi Burhan sebagai Pemohon.

Hal tersebut disampaikan dalam sidang perkara No. 27/PHP.BUP-XIV/2016 yang digelar pada Kamis (14/1) malam di Ruang Sidang Panel I MK. Nawawi Burhan selaku Pemohon prinsipal yang hadir menjelaskan mencabut kuasa hukumnya yang lama atas nama Acram Mappaona Aziz dan mengganti dengan Nurul Qamar. “Kuasa yang lama kami cabut dan suratnya sudah ada dan menggunakan Kuasa yang baru,” ujarnya.

BACA JUGA:   Bersama Anggota DPR RI, Edy Manaf Serahkan Bantuan Program Ex-Vitro ke Petani

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum pemohon yang lama memutuskan menarik permohonan yang telah dibuatnya. “Untuk kehormatan profesi, Yang Mulia. Itu karya kami, kami cabut, Yang Mulia,” ucap Accram. Atas hal tersebut, Arief menjelaskan bahwa dengan ditariknya permohonan tersebut, maka PHP Kabupaten Bulukumba tidak ada. Namun, Arief menjelaskan permohonan masih dapat diteruskan jika menggunakan kedua kuasa hukum.

“Ini kalau begini berarti perkara ini sudah selesai karena permohonan dicabut. Bagaimana? Jalan keluarnya adalah supaya permohonan ini masih tetap bisa menjadi permohonan, maka Prinsipal harus menggunakan kuasa dua-duanya karena kalau hanya menggunakan kuasa yang baru, maka kuasa lama yang membuat permohonan itu minta dicabut,” ujarnya.

BACA JUGA:   Ragu Hasil Quick Count Pilkada Serentak 2015, Ini Versi KPU

Namun, Accram menolak dijadikan kembali sebagai kuasa hukum. Hal tersebut, jelas Arief, menyebabkan permohonan Pemohon dapat dinyatakan gugur. Dalam siding sebelumnya, Pemohon menunjuk Nurul Qamar sebagai kuasa hukum baru tanpa mencabut surat kuasa hukum lama.

Sumber: MK