Mahasiswa asal Bulukumba Ini Bawa Nama UNY di Pentas Dunia

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BULUKUMBA,BB – Siapa bilang mahasiswa UNY hanya unggul di bidang yang berbasis Pendidikan? UNY selalu memberikan fasilitas bagi mahasiswanya untuk mengembangkan bakat dan minat di segala macam bidang. Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai macam unit kegiatan mahasiswa yang dilegalkan oleh kampus. Salah satu pengurus Bidang II (Penelitian) di UKM Penelitian UNY, Rifaldy Fajar (Matematika 2014), baru saja kembali dari ajang Nanyang Technological University – Model of United Nation (NTU-MUN) di Singapura (19-21 Februari 2016). Model of United Nation (MUN) sendiri adalah forum simulasi kegiatan PBB yang diadakan oleh berbagai macam institusi di berbagai belahan dunia.

Rifaldy Fajar adalah mahasiswa UNY yang mewakili Indonesia di ajang yang sangat bergengsi ini. Mahasiswa asal Bulukumba Sulsel itu tergabung dalam Organisation of American States yang mewakili negara El Salvador. Model United Nations merupakan suatu simulasi sidang PBB, dimana setiap peserta akan berperan sebagai delegasi dari sebuah negara dan menjadi bagian dari salah satu dewan PBB. Tidak hanya pandai berkomunikasi dalam bahasa Inggris, dalam kegiatan MUN juga harus memiliki kemampuan dalam drafting, lobbying serta harus memiliki diplomatic behavior.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:   Si Jenius Bulukumba Ini Keliling Dunia Bawa Nama Indonesia

Dewan PBB yang ada pada kegiatan NTU MUN 2016 kali ini adalah : GA (General Assembly) yang tediri dari DISEC (Disarmament and International Security), ECOFIN (Economic and Financial Council), dan SOCHUM (Social, Humanitarian and Cultural Committee). Dalam ECOSOC and Regional Bodies yang terdiri dari UNESCAP (United Nations Economic and Social Council for Asia and Pacific), UNEP (United Nations Human Right Council) dan UNCSD (United Nations Commission on Social Development). Dalam Specialized Agencies yang terdiri dari OAS (Organisation of American States), Indonesia 1998 Crisis Committee, CCIA (Convert Conference for Intelligence Agencies) dan UNSC (United Nations Security Council). Dan yang terakhir adalah Press Corps yang bertugas untuk melaporkan setiap kejadian dalam council.

BACA JUGA:   Lagi, Rifaldy Fajar Harumkan Nama Indonesia di IYIC 2015 Korea Selatan

Nanyang Technological University Model United Nations 2016 (NTU MUN 2016) ini diadakan oleh Nanyang Technological University MUN Club. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 19 Februari 2016 sampai dengan 21 Februari 2016 di Nanyang Executive Center, Nanyang Technological University, Singapore. NTU MUN adalah kegiatan yang bertaraf Internasional, karena yang mengikuti kegiatan kali ini bukan hanya anak SMA dan mahasiswa lokal tetapi juga ada siswa dan mahasiswa yang berasal dari mancanegara seperti Amerika, Eropa, Asia, Australia bahkan sampai Afrika.

Rifaldy Fajar (Matematika 2014) berperan sebagai delegasi negara El Salvador dalam dewan OAS (Organisation of American States). Menurutnya council ini termasuk council yang sangat berat karena hanya terdapat 15 perwakilan dari beberapa negara dalam dewan OAS sehingga semua delegasi dituntut aktif berkontribusi melakukan diskusi, debat serta negosiasi dalam kegiatan selama 3 hari itu. Position paper yang membahas dua topik utama dari masing-masing delegasi dalam dewan OAS adalah mengenai Continental Narcotics Trade dan Free Trade Area between American States merupakan dua isu sensitif yang harus mampu digali oleh Rifaldy dari persepektif El Salvador. Menurutnya, ini merupakan pengalaman sekaligus pembelajaran yang sangat ia perlukan terutama ketika berada dalam forum-forum yang sifatnya global.

BACA JUGA:   Lagi, Rifaldy Fajar Harumkan Nama Indonesia di IYIC 2015 Korea Selatan

Rifaldy berpesan bagi sesama rekan-rekan mahasiswa terkhusus UNY untuk selalu belajar dari berbagai macam tempat dan kondisi. Manfaatkan previlage kita sebagai mahasiswa untuk terus mengupgrade kapasitas diri dan mengharumkan almamater. Akan ada nilai lebih dan proses berharga yang akan kita dapatkan ketika kita telah melewati itu. Pemikiran yang semakin terbuka, wawasan yang semakin luas, dan niat untuk terus belajar dan terus mencoba adalah salah satu bayaran yang akan kita dapatkan dan hal itu merupakan bekal bagi masa depan kita dan negara.