OSN SD 2013 Dibuka Wamendik di Bandung

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BANDUNG,BB –  Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan MI 2013 resmi dibuka Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik), Musliar Kasim di Bandung, Jawa Barat Kamis siang, 6 Juni 2013.

Olimpiade sejak tahun 2003 diikuti perwakilan dari 33 provinsi, setiap provinsi mengirimkan masing-masing sembilan orang. Sembilan orang tersebut terdiri dari satu orang ketua tim, satu orang pembina IPA, satu orang pembina matematika, tiga orang peserta IPA, dan tiga orang peserta matematika.

Seperti dilansir situs Kemdikbud.go.id, Wamendik menandai dibukanya acara tersebut dengan pemukulan gendang didampingi Direktur Pembinaan SD, Ibrahim Bafadhal, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Thamrin Kasman, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Wahyudin Zarkasyi di Hotel Grand Pasundan, Bandung.

Dalam sambutannya, Musliar mengungkapkan kebahagiaannya saat berhadapan dengan peserta OSN. Menurutnya, siswa-siswi terbaik ini merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan. “Saat kami di SD tidak ada olimpiade seperti ini, dan kami bisa jadi profesor. Apalagi adik-adik ini yang berkumpul dalam olimpiade ini, mereka pasti bisa jadi orang-orang berhasil,” tutur mantan Rektor Universitas Andalas (Unand) ini antusias.

Ibrahim Bafadhal selaku ketua penyelenggara kegiatan menjelaskan, di hari pertama, peserta akan mengerjakan soal isian singkat dan tertulis. Sedang hari kedua, peserta akan mengerjakan soal eksplorasi.

Peserta yang hanya mengikuti salah satu tes dinyatakan gugur dan tidak menjadi pemenang. Ia juga menyebutkan, ada 30 juri yang akan menjadi penilai dalam OSN ini. “Juri untuk masing-masing bidang merupakan tenaga akademis di perguruan tinggi dan tenaga ahli lain bidang matematika dan IPA yg ditunjuk oleh panitia penyelenggara,” jelasnya.

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan, selain berkompetisi, peserta OSN SD/MI ini akan diajak berwisata edukasi ke beberapa titik wisata di wilayah Jawa Barat. Tujuan pertama adalah Saung Angklung Mang Ujo dan wisata kedua Kawah Putih. Di selah aktivitas lomba, peserta juga akan mendapat pendidikan karakter. “Jadi siangnya mereka berlomba, malamnya mereka mendapatkan pendidikan karakter,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Wahyudin Zarkasyi, menyambut baik kedatangan peserta OSN SD/MI di Bandung. Ia mempersilahkan para tamu yang datang untuk menikmati berbagai wisata dan budaya yang ada disini.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini, karena ini merupakan kesempatan yang baik. Belum tentu lain kali bisa kesini lagi,” katanya.

Pembukaan OSN kali ini diramaikan dengan penampilan seni sejumlah pelajar SD.  Wamendik dan rombongan disambut dengan Tari Merak dan Ki Lengser. Lengser adalah tokoh sunda untuk orang tua yang humoris dan sayang kepada anak muda. Biasanya tokoh Ki Lengser muncul di acara penyambutan tamu atau pengantin pria dalam sebuah acara pernikahan. Dalam rangkaian tari tersebut juga terdapat para ponggawa dan para penari merak, serta pembawa payung.

“Kalau teman-teman dari negara tetangga melihat (pergelaran budaya) ini, mereka pasti kagum dan iri dengan bangsa kita,” kata Wamendik.

Laporan: Cr12/AR/PR