Hari Buruh 2016, Kesejahteraan Wartawan Dipertanyakan?

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BULUKUMBA,BB – Hari Buruh Internasional diperingati hari ini Minggu 1 Mei 2016. Sejumlah elemen masyarakat utamanya pekerja di dunia turun menyuarakan kesejahteraan.

Tak kecuali profesi jurnalis atau wartawan. Seperti di Jakarta, Bandung dan Kendari. Jurnalis turut menyuarakan kesejehteraan pekerja pers tersebut. Di Ibukota Jakarta, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menetapkan besaran upah layak jurnalis di tahun 2016 sebesar Rp 7.540.000. AJI Jakarta menekankan kesejahteraan jurnalis demi terciptanya produk jurnalistik bermutu, mendidik dan mencerdaskan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:   Innalillah, Redaktur Radar Selatan Jasman Zainuddin Meninggal Dunia

Demikian juga AJI Bandung memperingati Hari Buruh Internasional atau “May Day” 2016 di depan Gedung Sate Bandung hari ini. Di Kendari Sulawesi Tenggara, wartawan juga turun ke jalan. “Jurnalis juga buruh,”tulis spanduk yang dibawa di aksi solidaritas tersebut.

Untuk kesejahteraan jurnalis, Undang Undang Pers nomor 40 tahun 1999 mengatur dalam pasal 10. Selain gaji (kesejahteraan lainnya), pasal itu mengatur bahwa perusahaan pers juga memberikan kesejahteraan kepada wartawan dan karyawan pers dalam bentuk kepemilikan saham dan atau pembagian laba bersih. Selamat Hari Buruh 2016! (Foto ist)

Pos terkait