Demo Hari Buruh, FPR Bulukumba Tolak Kebijakan Ekonomi Jokowi-Jk

oleh -

FB_IMG_1462179128423
BUKUKUMBA,BB – Front Perjuangan Rakyat Bulukumba kembali turun ke jalan dalam rangka aksi kampanye massa Peringatan May Day dan Hardiknas 2016. Massa sekira 500 orang itu datang dari berbagai organisasi multi sektor yang tergabung dalam FPR Bulukumba diantaranya klas buruh, kaum tani, nelayan, pemuda mahasiswa , organisasi miskin kota dan golongan rakyat tertindas lainnya di Bulukumba.

Pada peringatan Mayday kali ini FPR secara Nasional mengangkat tema “Tolak Dan Lawan Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi – JK Jilid I – XII Yang Mengabdi Pada Kepentingan Imperialisme Yang Telah Menyengsarakan Klas Buruh, Kaum Tani Dan Rakyat Indonesia Serta Merampas Kedaulatan Bangsa Indonesia”.

Koordinator FPR Bulukumba Rudy Tahas menyatakan bahwa Momentum perayaan Mayday tahun ini diperingati oleh seluruh elemen masyarakat Bulukumba, yaitu golongan pekerja, kaum tani, mahasiswa, pemuda, perempuan, serta masyarakat miskin kota di Kabupaten Bulukumba sebagai bentuk solidartas masyarakat Bulukumba yang telah memiliki pikiran dan tindakan yang maju bahwa hari ini bukan hanya kaum buruh yang mengalami penghisapan dan penindasan, tetapi golongan masyarakat lainnya pun merasakan hal yang sama akibat kebijakan pemerintah yang anti rakyat dan menghamba kepada Imprealisme pimpinan AS.

Loading...

Massa aksi diterima oleh Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria di pelataran kantor Bupati Bulukumba. Dalam diskusi bersama tersebut Wakil Bupati menegaskan bahwa “Hak ulayat adalah hak komunal, tidak boleh dimiliki oleh individu”. Tomy menambahkan bahwa pemerintah akan menyediakan ruang bagi masyarakat di Tahura yang memperjuangkan hak atas tanah mereka selama masyarakat bisa memberikan bukti kesejarahan atas tanah yang mereka klaim”. Di akhir diskusi Tomy Satria kembali menegaskan bahwa sampai detik ini Pemda Bulukumba tidak memiliki rencana untuk melakukan reklamasi terkait proyek Water Front City.