Si Jenius Bulukumba Ini Keliling Dunia Bawa Nama Indonesia

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Rifaldy Fajar namanya, kami menyebutnya Si Jenius masa depan yang dimiliki Bulukumba. Dia tak begitu banyak dikenal di kampung halamannya Kabupaten Bulukumba Sulsel.

Kecuali kalangan civitas akademik SMA Negeri 1 Bulukumba. Atau siswa yang aktif di dunia karya tulis dan penelitian. Namun, di seberang pulau, tepatnya di DI Yogyakarta tempat kuliah S1, namanya begitu tersohor. Maklum dia salah satu mahasiswa matematika berprestasi.

Tak terhitung event nasional maupun internasional yang diikutinya. Bahkan tak jarang dia menyabet juara umum atau meraih emas untuk merah putih. Ia adalah seorang mahasiswa berprestasi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Bahkan memecahkan rekor sebagai mahasiswa berprestasi termuda di Fakultas MIPA tahun pertama kuliah, 2014.

Tahun 2015 tepat di semester kedua menjadi Seorang Runner Up Mahasiswa Berprestasi (Mapres) FMIPA UNY menjadi salah satu batu loncatan untuk pencapaian-pencapaian berikutnya. Tahun ini 2016, satu mimpi tercapai untuk menjadi seorang Mapres Utama FMIPA UNY. Bahkan pada level UNY menyabet Runner Up Mapres UNY 2016. Rektor UNY juga memberinya hadiah sebagai salah satu perwakilan mahasiswa berprestasi tahuan 2016.

BACA JUGA:   Mahasiswa asal Bulukumba Ini Bawa Nama UNY di Pentas Dunia

Mesir Fajar
Rifaldy Fajar terus membuat kejutan demi kejutan. Selain menjadi mahasiswa, pria kelahiaran 20 April 1996 ini tak hentinya memberikan prestasi untuk Indonesia. Sebut saja diantaranya paling bergengsi adalah medali emas International Young Invention Countest di Korsel. Kemudian emas di The Egyptian International Invention and Innovation Exhibition (EGYPTINVENT) di Kairo, Mesir Maret 2016 lalu. Tengah Mei ini, Rifaldy kembali mengikuti event internasional The 9th Asian Conference on Fixed Point Theory and Optimization (ACFPTO 2016) Kelas Sistem Dinamik – Model Matematika di Thailand.

Rifaldy Fajar kini terus berjuang keliling dunia membawa nama Indonesia. Namun, medali emas yang dikumpulkan itu tetap akan kembali untuk Bulukumba tercinta. “Kami Menunggumu”.