Kapten Kapal yang Disandera di Malaysia Ternyata Warga Bulukumba

oleh
Foto MetroOnline, ilustrasi
Foto MetroOnline, ilustrasi

BULUKUMBA,BB – Kabar penyanderaan WNI di Malaysia menjadi heboh akhir-akhir ini. Salah seorang WNI yang juga kapten kapal penangkap udang menjadi korban penculikan kelompok bersenjata ketika berada di wilayah perairan Kinabatangan Sabah, Malaysia.

Seperti diberitakan RRI, Herman Bin Manggak, nama WNI tersebut adalah warga Bulukumba, Sulsel. Konsulat Jenderal Republik Indonesia Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya Sosial Budaya di Kota Kinabalu Malaysia, Andhika Bambang Supeno menerangkan, kejadian berlangsung pada Rabu 3 Agustus jam 4 sore.

Loading...

Menurutnya, selain korban yang diketahui bernama Herman bin Manggak, terdapat dua Anak Buah Kapal (ABK) masing-masing WNI dan Warga Negara Malaysia yang sempat disandera namun dibebaskan.

Andhika mengatakan pihaknya bersama dengan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) dan KBRI Kuala Lumpur telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik ABK, pemilik kapal, termasuk otoritas Filipina.

“Menuntutnya kan 10.000 Ringgit waktu itu. Karena nggak dikasi jadi diculik. Sampai sekarang tidak ada kontak. Artinya siapa kelompok bersenjata ini siapa? Belum jelas. Nanti kalau mereka menuntut tebusan, baru kita tau, dari kelompok mana dan di mana,” jelas Andika kepada RRI pada, Minggu (7/8/16).

Sementara itu, sampai saat ini pihaknya masih mencari dan melakukan investigasi untuk mengetahui kelompok di balik peristiwa penyanderaan. Pihaknya juga meminta para nelayan untuk berhati-hati, terlebih ketika melewati daerah sepanjang Timur Sabah, seperti Kudat, Kinabatangan, Lahdatu, Semporna, Kunak dan Tawau.

Sementara itu Kasubag Humas Polres Bulukumba AKP Syariduddin yang dihubungi BeritaBulukumba mengaku belum menerima laporan terkait hal tersebut. “Belum ada laporan soal itu (penyanderaan WNI asal Bulukumba). Namun tetap kita cari tahu infonya dan warganya,”katanya Senin 8 Agustus 2016.

(AT/DS/RRI)

Loading...