Sebelum Menyandera, Penculik Berpura-pura Minta Bantuan Nelayan

oleh

Sattu, ibu Suherman bersama cucunya
Sattu, ibu Suherman bersama cucunya
BULUKUMBA,BB – Suherman bin Mangga (26), warga Liukang Loe, Bulukumba, disandera oleh kelompok bersenjata di perairan Filipina sejak 3 Agustus 2016. Penculik meminta tebusan sebesar RM10 ribu dari kru kapal nelayan berbendera Malaysia itu.

Menurut keluarga korban Hestiana (23) di Pulau liukang Loe, penculik awalnya mendatangi kapal yang dinahkodahi Suherman Mangga. Dua kru kapal lainnya adalah Arianto, sepupu Herman dan salah seorang warga Malaysia bernama Muhamadin Ratin. Setelah mendekat, penculik yang berjumlah empat orang mengaku nelayan dan meminta bantuan Suherman cs.

Loading...

Tanpa ada rasa curiga, Suherman cs membawa penculik yang mengaku mesin kapalnya rusak menuju pulau terdekat. Setiba di pulau terdekat, kata Hestiana menirukan cerita Arianto, penculik meminta ke pulau lain di perairan Filipina. “Di pulau kedua ini penculik mengeluarkan senjata dan menangkap ketiga kru nelayan,”kata adik Suherman itu.

Setelah itu penculik meminta uang sebesar RM10 ribu. Namun karena mereka tak memiliki uang sebesar itu, akhirnya penculik menawan Suherman lalu melepaskan dua kru lain. “Arianto dan temannya dilepas dan diminta untuk meminta uang kepada bosnya (perusahaan),”ungkapnya. Sejak itu, keberadaan Suherman pun sudah tidak jelas.

Loading...