Presiden SBY: APBN-P 2013 Atasi Permasalahan Terkini

oleh

JAKARTA,BB – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2013, segera disahkan.

Pemerintah melakukan penghematan belanja kementerian dan lembaga pada RAPBN-P tersebut. Termasuk juga penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Loading...

“Sekarang ini, jam-jam ini, sedang dilakukan pembahasan antara pemerintah dan DPR untuk segera menghasilkan APBN-Perubahan untuk 2013. Insya Allah, 17 Juni 2013 nanti –harapan saya dan pemerintah, dan DPR– APBN baru itu rampung,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain keterangan persnya di Kantor Presiden, Rabu sore 12 Juni 2013.

APBN-P 2013 tersebut, lanjut Presiden, untuk mengatasi masalah dan solusi yang dihadapi Indonesia saat ini. Defisit anggaran pada APBN-P tersebut dibuat aman, tidak melanggar undag-undang dan menjaga fiskal Indonesia. Menurut undang-undang, defisit anggaran tidak boleh melebihi 3 persen.

Untuk menyelamatkan fiskal, selain penyesuaian harga BBM bersubsidi, Presiden SBY juga menginstruksikan dilakukan penghematan belanja kementerian dan lembaga. “Yang bukan prioritas dan tidak memiliki dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, serta pengentasan kemiskinan, dan program penting lainnya,” SBY menjelaskan.

Kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi tersebut disertai pemberian kompensasi bagi masyakarat miskin melalui program perlindungan sosial. Presiden SBY menegaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan dilakukan secara terbatas dan terukur. “Pilihan sulit dan terakhir ini diambil untuk menyelamatkan fiskal dan ekonomi kita agar defisit tidak menjadi besar,” Presiden SBY menegaskan.

Presiden berharap sejumlah langkah yang diambil pemerintah akan menyehatkan APBN. “Saya juga bersyukur telah tercapai kesepakatan antara pemerintah dan DPR mengenai sejumlah hal strategis untuk membuat fiskal atau APBN menjadi elemen penting untuk resiliensi atau ketahanan, dan juga sebagai salah satu motor penggerak pembangunan nasional,” Presiden menandaskan.

Sumber: presidenri.go.id

Loading...