Siapa Asep Sunandar, Maestro Dalang Wayang Golek Asal Bandung

oleh

Foto oleh Google Doodle's
Foto oleh Google Doodle’s

BANDUNG,BBONEWS.COM – Hari ini Sabtu 3 September 2016, halaman Google mendedikasikan sebuah doodle tentang sosok dalang wayang golek ternama Asep Sunandar. Pada halaman utama Google yang diakses di Indonesia, akan muncul gambar wayang golek untuk memperingati kelahiran pria yang akrab disapa Ki Asep Sunandar Sunarya itu.

Ki Asep Sunandar Sunarya hari ini berulang tahun ke-61. Berkat keseriusannya menggeluti dunia wayang, ia menyabet banyak prestasi hingga mancanegara. Asep sang maestro memang dikenal sebagai inspirasi munculnya banyak tokoh dan karakter wayang. Seperti wayang Cepot yang tak lagi kampungan karena bisa bergerak. Belum lagi hadirnya Arjuna dengan alat panahnya, Bima dengan gadanya begitu pula dengan pakaian wayangnya yang terkesan mewah.

Buah karya Asep tak lepas dari usaha, inovasi dan kreativitasnya. Sehingga ia sangat dikenal dalam kalangan masyarakat sebagai seniman lewat wayang. Di Bandung, Asep dikenal dari pemula hingga Dalang profesional. Hal itu dibuktikan dari prestasi menjuarai

Iklan
Dalang Pinilih I tingkat Jawa Barat. Kepopuleran Asep menjalar pada 1982-1985 setelah mencicipi dapur rekaman SP Record, dan Wisnu Record. Tak heran jika pemerintah pada 1986 mengangkat Asep Sunandar sebagai duta kesenian dan mewakili INdonesia ke Amerika Serikat.

1993, Asep Sunandar Sunarya diminta oleh Institut International De La Marionnette di Charleville, Perancis, sebagai dosen luar biasa selama dua bulan, dan diberi gelar profesor oleh masyarakat akademis Perancis. Kemudian tahun 1994, Asep Sunandar Sunarya mulai pentas di luar negeri, antara lain di: Inggris, Belanda, Swiss, Perancis, dan Belgia. Tahun 1995, ia ,mendapat penghargaan bintang Satya Lencana Kebudayaan. Hingga sekarang, tidak kurang dari 100 album rekaman (termasuk bobodoran) yang sudah dihasilkan Asep Sunandar Sunarya. bahkan salah satu station tv swasta juga pernah membuat program khusus Asep berjudul Asep Show.

Fakta menunjukan bahwa jam terbang manggungnya cukup mencengangkan bahkan sekitar 1985-1990-an, ia seringkali harus manggung 40 kali perbulannya.

Iklan