Lawan Zainuddin Hasan di Pilkada Gorontalo Diduga Kampanye Hitam

oleh

Zainuddin Hasan saat mendatangi Polda Gorontalo 13/09/2016. Foto Credit: Adiwinata Solihin/ANTARA
Zainuddin Hasan saat mendatangi Polda Gorontalo 13/09/2016. Foto Credit: Adiwinata Solihin/ANTARA

GORONTALO,BBOnews.com — Bakal calon Gubernur Gorontalo, Zainuddin Hasan, tak terima dirinya disebut wadala atau kuda (dalam bahasa Indonesia) oleh anggota grup di aplikasi WhatsApp. Mantan Bupati Bulukumba itu melaporkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ke Polda Gorontalo, terkait dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.

“Ini merupakan pertama kalinya saya datang ke Polda Gorontalo untuk melaporkan suatu hal yang sifatnya tidak menyenangkan menurut keluarga kami,” kata Zainudin di Gorontalo, Selasa seperti diberitakan antaragorontalocom. Menurutnya, pelaporan ini demi mencari keadilan dan ini merupakan hal yang pertama dan terakhir bagi masyarakat Gorontalo, jangan sampai penghinaan tersebut terjadi pada orang lain. “Laporan saya adalah terkait perkataan `Wadala` yang artinya kuda dalam bahasa Indonesia, yang dikatakan Rusli Habibie di sebuah grup media sosial, `Sahabat RH`,” jelas Zainudin yang juga mantan Bupati Pohuwato, Gorontalo.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini, yang seharusnya seorang pemimpin besar mengatakan hal seperti itu. “Bagi saya tidak masalah, namun ini kan terjadi dihadapan publik, keluarga kami semuanya

Iklan
tidak menerima ketika saya dikatan seperti itu,” ungkapnya. Ia menjelaskan, menerima laporan terkait kejadian penulisan itu pada tanggal 8 September 2016. Zainudin menegaskan, dengan adanya perkataan itu, ia merasa terzolimi, terhina dan keluarga saya tidak menerima hal tersebut.

Sebagai informasi, kampanye hitam atau black campaign adalah menghina, memfitnah, mengadu domba, menghasut, atau menyebarkan berita bohong yang dilakukan oleh seorang calon/ sekelompok orang/ partai politik/ pendukung seorang calon, terhadap lawan mereka.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mosyan Nimitch membenarkan bahwa Zainudin Hasan telah melaporkan seorang berinisial RH ke Polda Gorontalo. “Saat ini laporan tersebut dalam proses penyidikan oleh Direktorat Reskrimsus Polda Gorontalo, dan bukti yang diserahkan yaitu hasil pembicaraan di grup media sosial,” jelas AKBP Mosyan.

Zainuddin Hasan dan Rusli Habibi diketahui sama-sama akan bertarung di pilkada Gorontalo 2017. Zainuddin Hasan yang berpasangan dengan Adhan Dambea (ZIHAD) diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hanura dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sedangkan Rusli Habibi akan diusung oleh Partai Golkar.

Iklan