Kota London Saja Masih Telepon Koin Loh! di Kotamu Gimana?

oleh

Trifty Qurrota Aini
Trifty Qurrota Aini
LONDON,BBOnews.com — Beberapa waktu lalu saya melintas di sebuah pertokoan di Kota Makassar. Saat itu saya kehabisan limit telepon dari kartu Halo Telkomsel.

Dalam pikiran saya, seandainya telepon koin masih berfungsi ini bukan masalah. Karena di saku saya ada recehan uang 500 dan 1000 rupiah. Dan saya kebetulan ingin menghubungi nomor sebuah kantor di kode wilayah yang sama. Maklum, masih teringat promo telepon satu kode wilayah cuma seratusan rupiah.

Tapi sudalah, solusinya tarik keluar SIM Card dan ganti yang baru untuk sementara. Era saat ini, kartu SIM card baru sudah murah dan mudah didapatkan di konter penjual pulsa yang menjamur.

Sebenarnya itu hanyalah pembukaan saja, lantaran judul tulisan ini tentang telepon koin di Kota London, Ibukota dari Inggris. Kota yang lebih dulu melek teknologi komunikasi dibanding negaraku. Seorang teman di BBM (Blackberry Messenger) mengunggah foto selfie di Kota itu. Saya tertarik dengan latar foto selfie Triffty Qurrota Aini itu. Masih berdiri sebuah bilik telepon umum berwarna merah.

Saya sebenarnya teringat kisah saya yang tak seindah dengan gambaran ini. Walah, di London saja

Iklan
telepon umum masih terjaga. Budaya dan rasa memiliki orang di sana mungkin beda dengan di Indonesia. Pikiran saya lagi terbawa arus kepada kisah kekesalan kawan saya di Bulukumba karena telepon umum depan rumahnya sering dirusak ‘dahulu kala’. Katanya, “di sini mi saya dulu telpon-telponan dengan mantan pacarku” saat bercerita kala itu.

Kembali ke telepon koin ala London. Trifty saat saya coba kontak juga tak sempat mencoba telepon umum di belakangnya itu. Dia hanya mengira jika telepon koin itu masih berfungsi. “Aku nggak bisa kasih info apa-apa mas soal telepon umum. Aku ngga pernah nyoba soalnya. Tapi cuma perkiraan aja kalo itu berfungsi karena orang keluar masuk gitu,”kata mantan presenter berita Metro TV itu.

Saya semakin penasaran tentang telepon umum di London itu. Saya berpikir suatu saat saya akan mengangkat gagangnya dan say hello. Sementara teman di samping saya ini (rahasia) penasaran dengan sosok Triffty Qurrota Aini itu loh. Wah,, stop please! cari aja di Google. Saya pun kembali ke laptop.

Penulis: Jiem Bahring

Iklan