Selamat Datang Kembali di Bulukumba Tercinta, Saudaraku Herman

  • Whatsapp

herman-mangga
BULUKUMBA,BBOnews.com — Tak bisa berkata-kata. Diam beberapa detik, lalu suara tangis haru Hestiana keluar. “Saya tak bisa berkatakata kak. Sangat bahagia kakakku sudah pulang,”kata Hestiana, adik kandung Suherman Mangga yang dibarengi isakan tangis.

“Waktu tahu berita itu tidak pernah tidur pikirkan terus Herman. Karena kita tak tahu apakah masih hidup atau tidak. Ibu selalu suruh telpon om di Malaysia”lanjut Ana, kepada BeritaBulukumba.com. Seakan tak membiarkan penulis bertanya, Ana kembali lanjut berbicara. “Tiap hari kutelpon keluarga di Malaysia jawabnya cuma sabar, sabar. Kini adami sama ibu dan ponakannya,”Terima kasih kak, semua yang telah membantu dan doanya,”ungkap Ana yang mulai melepas kesedihan yang selama ini mengganggu tidurnya.

BACA JUGA:   Ini 6 Cabup Bulukumba 2016-2021 Jalur Independen dan Partai

Hati siapa yang tak bahagia jika sanak keluarga kembali berkumpul. Apalagi jika orang yang dicintai hampir 50 hari tanpa ada kabar jelas. Belum lagi, kabar bahwa Herman sang pelaut asal Bulukumba ini berada di tangan kelompok bersenjata yang baru saja menghilangkan nyawa sanderanya. “Terakhir ditelpon sama om dari Malaysia katanya janganmi sedih Herman baik-baikji pemerintah yang urus sekarang. Tapi ditelevisi ada berita temannya Herman (sandera) dipotongmi lehernya. Tambah menangismi mamaku,”ceritanya.

Kini semangat dan wajah gembira terlihat pada keluarga kecil Herman Mangga. Apalagi Herman disambut bak sosok pahlawan saat memasuki kampung halaman di Liukang Loe. Rumahnya didatangi oleh kerabat dan keluarga yang merindukannya untuk bercanda dan berkisah, Selasa 27 September 2016.

BACA JUGA:   Jadwal Penerimaan CPNS Sulsel Serentak 9 September 2013

Kepergian Herman ke laut Malaysia, sebagai nelayan rakyat untuk menyambung hidup. Dia adalah tulang punggung keluarga (Adik dan Ibu) di Pulau Liukang Loe, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Propinsi SUlsel. Berkat pengalaman hidup sebagai pelaut sejak kecil di Pulau Liukang Loe, dia dipercaya sebagai seorang kapten Kapal berbendera Malaysia.

“Selamat datang kembali di Bumi Panrita Lopi, saudaraku Herman. Engkau adalah pelaut sejati dari tanah Bulukumba,”kata salah seorang teman Herman yang enggan disebutkan namanya.

  • Whatsapp

Pos terkait