Pernah Naik Bajak Sawah Tradisional? Di Jojjolo Bulukumba Masih Ada

BULUKUMBA,BB — Menggemburkan tanah sawah yang ingin ditanami benih padi memang keharusan bagi petani. Bisa dengan cara membajak tradisional atau menggunakan alat modern seperti traktor.

Di tengah gempuran alat modern itu, ternyata masih ada petani di Bulukumba menggunakan cara tradisional. Tepatnya di Dusun Lajae Desa Jojjolo Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Menggunakan bantuan dua ekor sapi untuk menarik pembajak.

Cara ini sebenarnya lebih alami dan menyuburkan sawah. Hanya saja, perlu bantuan tenaga manusia atau petani untuk ikut mengarahkan ternaknya. Sesekali, bisa menaiki pembajak jika sedang jalan lurus. Hitung-hitung menghilangkan capek. Dan tempat main anak-anak petani.

Pemandangan seperti ini sempat diabadikan netizen bernama Gito Sukamdani bersama Ram Sidiq. “Ternyata masih ada pale’ petani di kabupaten Bulukumba yang masih menggunakan tenaga sapi untuk membajak sawah. Butuh perhatian kaya’nya kalo begini,”tulisnya (31/1/2017) dilansir beritaBulukumbacom, 2 Februari 2017.

Foto yang diungah itu mendapat komentar beragam. Ada yang memberi dukungan sebagai pertanian alami. Komentar lain meminta untuk dipertahankan sebagai daya tarik wisata. Namun saat dikonfirmasi, kata Ram Sidiq, petani ini butuh traktor karena kurang mampu. “Tidak ada memang traktornya. Cuma dia pakai traktor,”katanya.

Sedihnya lagi sambung Ram Sidiq, ternak sapi yang dipakai bapak Badamin (55), nama petani itu, juga milik orang lain. “Iye itu pun ternak yang dia pakai bukan milik dia,”tutupnya.

Bajak Sawah Bulukumba Petani