Mahasiswa KKN Unhas Nikmati Puncak Kahayya Sebelum Tinggalkan Bulukumba

oleh

BULUKUMBA,BB – Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin tak lupa menikmati wisata alam di Desa Kahayya Kecamatan Kindang, Bulukumba, sebelum kembali ke Makassar. Para mahasiswa KKN PK ini selama dua bulan melakukan pengabdian masyarakat di Kabupaten Bulukumba.

Mereka diajak Kepala Desa Garuntungan, Andi Usdar bersama istrinya Zaqiyyah, menikmati Puncak Donggia di Desa Kahayya. Salah satu tempat wisata alam yang sedang digemari kawuka muda. “Kami sangat sedih ditinggal mereka sudah seperti keluarga sendiri,”kata Zaqiyah saat dihubungi Beritabulukumbamcom. Katanya lagi Mahasiswa KKN melakukan banyak kegiatan di Garuntugan. “Banyak yang dilakukan, seperti mengadakan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Pemanfaatan pekarangan rumah dengan tanaman obat keluarga (TOGA), serta penyuluhan NAPZA,”katanya.

Mahasiswa KKN PK Unhas ditempatkan pada lima kecamatan yang ada di Bulukumba, yakni Bontobahari, Bontotiro, Herlang, Bulukumpa dan Kindang. Pelepasan mahasiswa KKN-PK yang dirangkaikan dengan Pelaporan Akhir Tingkat Kabupaten digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Jumat (18/8). Dari 535 mahasiswa KKN PK, hanya perwakilan dari masing-masing posko yang mengikuti pelepasan tersebut dengan jumlah sekitar 70 orang. Rombongan lainnya sudah berangkat duluan ke Makassar.

Koordinator Kabupaten KKN-PK, Bahri yang menyampaikan laporannya akhirnya menyebutkan secara keseluruhan program yang dilaksanakan oleh mahasiswa sebanyak 200 program kerja (Proker). Proker tersebut terdiri dari kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik seperti skrening tekanan darah, sedangkan non fisik lebih banyak pada aspek penyuluhan, seperti penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan gosok gigi, penyuluhan ibu hamil dan penyuluhan hipertensi.

“Hasil observasi menunjukkan di daerah ini, tinggi angka hipertensi dan diabetes melitus. Masih kurangnya kesadaran PHBS pada anak sekolah, masalah gizi seimbang pada keluarga, serta ditemukannya kejadian kecelakaan kerja seperti KLL, fraktur pada petani” ujar mahasiswa Fakultas Kedokteran Prodi Keperawatan ini. Lebih lanjut, Bahri menyebut bahwa mereka mampu beradaptasi di masyarakat Bulukumba, oleh karena adanya dukungan dari pemerintah setempat dan para petugas kesehatan di puskesmas. Atas temuan dan rekomendasi yang didapatkan oleh para mahasiswa KKN, Bahri mengharap masukan tersebut dapat ditindak lanjuti oleh pemerintah desa kelurahan, camat dan puskesmas.

“Kegiatan kami pada dasarnya hanyalah contoh, namun masyarakatlah bersama pemerintah setempat yang harus melanjutkannya” beber Bahri. Ketua Pengelola KKN PK dr. Irwin Aras menjelaskan, dalam pelaksanaan KKN tersebut, tentu banyak hal yang belum sempurna, tapi menurutnya hal itu akan menjadi pembelajaran bagi pihaknya untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN selanjutnya.


“Mudah-mudahan apa yang dibawa oleh adik-adik mahasiswa kita dapat diterima oleh masyarakat, sehingga ini dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat” kata Irwin Aras. Tidak lupa dr. Irwin menyampaikan terima kasih kepada Pemda Bulukumba atas kesediaan, dukungan dan bantuannya dalam pelaksanaan KKN PK, mulai sejak persiapan sampai pada proses penarikan mahasiswa KKN.

Sementara itu Bupati AM Sukri Sappewali yang hadir melepas perwakilan mahasiswa, menuturkan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Bulukumba, oleh karena pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan Unhas ini, telah dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba. Apa yang menjadi capaian, catatan, atau rekomendasi dari pelaksanaan KKN ini kata Andi Sukri, tentu akan menjadi masukan bagi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan program kegiatan di bidang kesehatan, guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. “Olehnya itu saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para adik-adik mahasiswa yang telah mendedikasikan dirinya untuk melakukan pengabdian di tengah-tengah masyarakat”

Lebih lanjut, AM Sukri Sappewali mengemukakan tentu selama berada di Bulukumba terjadi dinamika di tengah masyarakat. Ia berharap yang jelek ditinggalkan, yang baik-baik saja dibawa ke Makassar “Saya juga ingin kalian menjadi duta wisata kepada keluarga dan kerabatnya, sehingga semakin banyak orang yang berkunjung ke Bulukumba” imbuhnya di depan para mahasiswa. (Rilis)