BPOM Sulsel Sita 29.000 Butir PCC Siap Edar Di Makassar

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Makassar, Beritabulukumba.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulsel temukan obat yang bertuliskan (PCC) Paracetamol, Cafein, Carisopodral di Kota Makassar. Jumat (15/9/2017).

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala BPOM Makassar, Muhammad Guntur. Ia mengatakan bahwa telah menemukan obat berbahaya bertuliskan PCC di Pedagang Pasar Farmasi di Jalan Korban 40.000 jiwa, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

Bacaan Lainnya

“Kita telah dua hari lakukan sidak, hari ini berhasi temukan obat PCC sebanyak 29 bungkus, setiap bungkus berisi 1000 butir” Ujar Guntur.

Guntur menuturkan obat berbahaya yang ditemukan ini semuanya sudah siap edar di Wilayah Indonesia Timur. Alhasil pengiriman ini kami berhasil gagalkan.

Berdasarkan pengakuan dari pemilik obat PCC tersebut, ia memperoleh obat berbahaya ini di Pasar Pramuka Jakarta. Pemilik obat berbahaya tersebut kata Guntur akan segera diproses karena masih mengedarkan obat PCC yang telah lama dilarang.

“Obat PCC yang ditemukan telah kita sita dan telah diamankan di kantor, sementara pemiliknya kita akan proses” Tambah Guntur.

Sidak ini bukan hanya sampai disini, kita akan melanjutkan untuk mencari obat PCC yang diduga banyak beredar di Makassar.

Sementara itu, peredaran obat bertuliskan PCC ini diduga telah banyak beredar di Kota Makassar. Hal tersebut pihaknya akan bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk kembali melakukan pencarian diduga berada di sejumlah apotik di Makassar.

Badan POM RI sendiri melalui situs resminya (www.pom.go.id) menuturkan bahwa PCC mengandung Karisoprodol, Karisoprodol sendiri digolongkan sebagai obat keras. Mengingat dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapinya dan seluruh obat yang mengandung Karisoprodol, termasuk Somadryl, dibatalkan izin edarnya pada tahun 2013.

Sekedar diketahui, obat yang mengandung zat aktif Karisoprodol memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot namun hanya berlangsung singkat, dan di dalam tubuh akan segera dimetabolisme menjadi zat aktif lain yaitu Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan (sedatif). Efek tersebut menyebabkan obat-obat dengan kandungan zat aktif Karisoprodol disalahgunakan.