Wabup Bulukumba Hadiri Ritual Kenduri Salo Bijawang

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Bulukumba, Beritabulukumba.com –
Sanggar Seni Budaya (SSB) Alfarabi Bulukumba menyuguhkan ritual Kenduri Salo Bijawang Sabtu (16/09/2017) di Sungai Bijawang, Kec. Gantarang, Kab. Bulukumba. Kegiatan ini sendiri merupakan rangkaian SATU DEKADE ALFARABI yang mulai sejak tanggal 9 September lalu di Gedung JSN 45 Bulukumba.

Kenduri Salo Bijawang merupakan ritual tahunan yang dilaksanakan oleh SSB Alfarabi Bulukumba untuk bersyukur kepada alam terhadap segala sesuatu yang telah alam berikan kepada umat manusia.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:   Pelajari Budaya Lokal, Dua Seniman Muda Ini Residensi di Bulukumba

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto yang hadir pada ritual Kenduri Salo Bijawang atau Mappano Ri Wae dalam bahasa bugis tersebut menuturkan bahwa ritual seperti ini harus dilestarikan agar budaya budaya Bulukumba tetap terjaga.

“Ritual ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua untuk menjaga alam agar tetap lestari, sehingga anak cucu kita kedepan bisa menikmati apa yang sekarang kita nikmati” Ujar Tomy.

Tomy juga mengucapkan terima kasih kepada SSB Alfarabi karena konsistensinya dalam berkarya selama 10 tahun terakhir.

“Mewakili Pemkab Bulukumba, saya sangat berterima kasih kepada Alfarabi dan seluruh pihak terkait atas upayanya melestarikan budaya budaya lokal bulukumba, Semoga tahun depan ritual ini bisa lebih besar lagi dan melibatkan lebih banyak pihak untuk berpartisipasi” Ujar Tomy.

BACA JUGA:   Bupati Dan Wakil Bupati Bulukumba Hadiri Peringatan Satu Dekade Alfarabi
Kepala Suku Alfarabi, A.M. Ichdar Yeneng Melakukan Ritual Kenduri Salo Bijawang (Mappano Ri Wae) Di Sungai Bijawang Bulukumba

Kepala Suku Alfarabi, A.M. Ichdar Yeneng menuturkan apresiasi yang sebesar besarnya kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung gelaran Satu Dekade Alfarabi sejak awal dibuka hingga hari ini.

“Terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah terlibat, semoga dengan moment Alfarabi bisa mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal, karena masa depan budaya budaya bulukumba ada ditangan kita semua” Ujar Ichdar sapaan akrabnya.

Setelah ritual Kenduri Salo Bijawang pada sore hari tadi, kegiatan dilanjutkan dengan Nyanyian Sungai di Sungai Bijawang sebagai puncak gelaran Satu Dekade Alfarabi yang menampilkan Misbach Bilok dari Solo, Jawa Tengah dan beberapa UKM Kampus yang ada di Sulawesi Selatan.