Kronologis Bentrokan Aksi Copot Kapus Kajang

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) yang menagih janji Bupati, A. M. Sukri Sappewali untuk mecopot Kepala Puskesmas, Kassi Kajang Senin, 18 September di depan kantor Bupati Bulukumba berakhir bentrok. Bentrok antara Mahasiswa dan Satuan Polisi Pamong Praja tersebut dipicu pembakaran ban yang disirami oleh Pemadam Kebakaran (Damkar).

Baku hantam antara kubu mahasiswa dan Satpol PP tidak bisa terelakkan, ketika Mahasiswa mencoba menghalang-halangi mobil damkar untuk menyirami kepulan api dari pembakaran ban, namun ditahan oleh Satpol PP dan berhasil memukul mundur Mahasiswa hingga kelapangan pemuda.

Bacaan Lainnya

Mahasiswa menuntut agar bupati menepati janjinya untuk mencopot Kapus kajang yang dianggap tidak memiliki keprikemanusian dengar membiarkan jenasah Mappi ditandu hingga 7 Kilo Meter (KM) jauhnya. Dia menduga ucapan janji bupati merupakan ujaran omongkosong belaka tanpa ada bukti.

“Kami menagih janji bupati, jangan sekedar bicara namun tidak ada bukti,” ujar salah satu orator, Adi Puto Palasa.

Adi Puto Palasa mengaku malu, dengan kondisi sekarang, disaat Bulukumba membutuhkan ambulans namun didapat dari kabupaten lain dan beberapa partai politik. Daerah dianggap tidak peduli dengan kondisi rakyat saat ini yang hanya mementingkan diri sendiri dan mengerjakan hal-hal yang tidak pro kepada rakyat.

Bentrokan semakin menjadi-jadi setelah para demostran menolak Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto yang hendak menemui mereka, mereka meminta bupati yang turun bukan perwakilan, pasalnya yang berjanji untuk mencopot kapus Kassi, Kajang adalah bupati saat demostrasi digelar didepan kampus Unismuh Makassar beberapa waktu lalu.

Kasubag Pemberitaan dan Kerjasama Pers, Bagian Humas Pemkab Bululumba, A. Ayatullah Ahmad mengaku kecewa dengan sikap penolakan mahasiswa kepada wakil Bupati, yang merupakan pelecehan kepada daerah.

” Pak wakil diperintahkan untuk temui mahasiswa namun ditolak, ini merupakan sikap pelecehan,” ujar Ayatullah.

Mahasiswa menolak menemui dimediasi oleh wakil Bupati, karena menganggap Bupati sendiri bertanggung jawab atas statmennya.

” Kami tidak ingin perwakilan, kami mau bupati turun langsung menemui kami,” ujar serentak demonstran.

Hingga pukul 15.00 Wita, para demonstran bertahan dan kembali dipukul mundur oleh Satpol PP setelah para demonstran meminta paksa bertemu bupati, namun dihalang-halangi Satpol PP. Dari kejadian ini sedikitnya 5 orang mahasiswa menjadi korban bogam mentah. Untung kericuhan tidak berlangsung lama setelah Dalmas dari kepolisian resor Bulukumba berhasil melerai dua kubuh yang memanas.

Selang beberapa waktu akhirnya para demonstran melunak dan menyetujui untuk mengirimkan perwakilan mereka untuk bertemu bupati di ruangannya.

Bupati Bulukumba, A.M. Sukri Sappewali menuturkan kepada demonstran bahwa soal mutasi Kapus Kajang butuh proses dan baru hari ini selesai dibicarakan.

“Semua ada regulasinya, apalagi untuk mencopot atau memutasi satu jabatan. Barusan saya dan pihak terkait sudah rapat soal ini dan keputusannya hari Rabu nanti Kapus Kajang akan di mutasi ke Dinkes jadi staf biasa” Tegas Bupati.