Bulukumba Menempatkan Perwakilannya Di Sabudarta Indonesia 2017

oleh

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Video pemanfaatan limbah kayu hasil dari pembuatan perahu pinisi yang kemudian diolah kembali sebagai bahan dasar utama pembuatan miniatur pinisi sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Bulukumba, mengantarkan Sulkifli Mustari ke 10 Besar Finalis Generasi Muda Sadar Budaya dan Wisata (Gramuda Sabudarta) Indonesia 2017 yang akan menjalani MSI Camp (karantina) Bandung serta Grand Final di Bekasi, Jawa Barat 10 Oktober 2017 mendatang. Alur seleksi Pemilihaan Sabudarta 2017 sendiri telah dimulai sejak 7 Agusutus 2017 lalu, Sulawesi Selatan berhasil menempatkan 3 perwakilannya ke 10 Besar Finalis Muda Sabudarta Indonesia 2017. Meraka adalah Sulkifli Mustari asal Kab. Bulukumba, Sulfikar Undu asal Kab. Wajo, dan Merry Agnes Pangaribuan asal Kota Makassar.

Pemilihan Muda Sabudarta Indonesia yang diselenggarakan Gramuda Sabudarta Indonesia bersama Asosiasi Duta Wisata Indonesia merupakan satu ajang pencarian sosok figur anak muda Indonesia yang memiliki kesadaran dan kepedulian akan budaya dan pariwisata. Selain itu, seorang Muda Sabudarta Indonesia juga dituntut memiliki kriteria 3B yakni Berbudaya, Berwawasan dan Berbudi Pekerti Luhur. Yang dimaksud Berbudaya, Berwawasan dan Berbudi Pekerti Luhur adalah yang pertama, seorang Muda Sabudarta harus memiliki kapabilitas tinggi dalam berkontribusi serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur tradisi dan budaya bangsa. Yang kedua, seorang Muda Sabudarta memiliki wawasan yang luas dan terbuka untuk saling bertukar pengetahuan dengan sesamanya. Yang terakhir ialah seorang Muda Sabudarta hendaknya memiliki kepribadian yang baik dan mampu menjadi role model bagi sebayanya

Pemilihan Muda Sabudarta Indonesia adalah wadah bagi anak-anak muda Indonesia yang memiliki ketertarikan serta passion besar terhadap budaya dan pariwisata untuk dapat ikut berperan serta bukan hanya memberi seruan berwisata atau mempromosikan obyek wisata dan budaya namun juga menjadi figur penggerak dan motivator bagi sebayanya serta masyarakat untuk dapat ikut berkontribusi dalam hal pemberdayaan generasi muda untuk kelestarian budaya, kearifan lokal, dan kemajuan pariwisata Indonesia.

Sulkifi Mustari (22 Tahun) lulusan SMA 7 Bulukumba mengungkapkan kebahagiaan dan rasa syukurnya kerena bisa lolos ke 10 besar dari 513 peserta yang mendaftar dari seluruh Indonesia.

“Sebelumnya 2015 saya daftar tapi tidak lolos, Tapi alhamdulillah tahun ini bisa lolos, Sengaja saya mengangkat isu Pinisi karena Pinisi sendiri merupakan identitas Kabupaten Bulukumba, Mohon doanya supaya bisa mengharumkan nama Bulukumba di kancah Nasional” Ujar Sule sapaan akrabnya.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengapresiasi dan dukungan atas capaian Sulkifli, kedepannya Pemkab Bulukumba bersama pihak terkait akan terus berusaha menciptakan generasi muda yang mampu mengangkat nama daerah ke skala Nasional bahkan Internasional.

“Apa yang diserukan oleh Sulkifli, tentang pemanfaatan limbah perahu pinisi menjadi miniatur perahu pinini untuk dijadikan souvernir khas Bulukumba adalah inovasi yang sangat baik. Selain mendorong percepatan sektor kepariwisataan gagasan inovatif ini tentunya juga mendorong sektor ekonomi yang ada di Bulukumba khususnya dibidang UMKM” Ujar Tomy

Kepariwisataan merupakan salah satu isu strategis unggulan Pemkab Bulukumba dengan tempat destinasi wisata yang telah dikenal oleh masyarakat luas, namun dengan gagasan pemanfaatan limbah kayu perahu pinisi yang diolah kembali menjadi souvenir miniatur perahu pinisi tentunya akan lebih mendorong dan membantu program Pemkab Bulukumba khususnya untuk sektor kepariwisataan.

“Di tengah image anak muda yang tidak produktif, Sulkifli mampu hadir menjawab keraguan tersebut bahwa anak muda bulukumba punya kreasi yang inovatif untuk berkontibusi memajukan daerahnya. Semoga Sulkifli bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam pemilihan Sabudarta nanti” Tutup Tomy.