Situs Lelang Perawan Diblokir Kemenkominfo

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Jakarta, Beritabulukumba.com – Sebuah layanan internet bertajuk “Nikahsirri.com” sempat menghebohkan netizen Tanah Air pasca diluncurkan pada Selasa (19/9/2017) lalu di Gedung Joang 45, Jakarta. Bukan cuma namanya yang sensasional, tapi juga tujuan dibentuknya. Nikahsirri.com dibuat oleh pendirinya dengan dalih membantu pemerintah memberantas kemiskinan, caranya dengan melelang wanita yang masih perawan dan memediasi nikah siri (menikah tanpa tercatat oleh negara).

Layanan situs nikahsirri.com yang menuai kontroversi, melakukan operasional mereka dengan mencari pengikut. Situs ini, lalu membelah pengikutnya dengan membagi akun di dalamnya. Satu akun disebut sebagai pihak mitra, atau pihak yang akan dipilih, satu lagi pihak klien, atau pihak yang akan memilih pasangan.

Bacaan Lainnya

Situs nikahsirri.com kini sedang menjadi perbincangan. Situs ini diyakini sebagai prostitusi terselubung. Apalagi, konon situs ini juga mengadakan lelang perawan. Karena dianggap meresahkan publik, situs ini akhirnya diblokir oleh Kemenkominfo pada Sabtu sore, 23 September 2017, sekitar pukul 16.00 WIB.

“Tim internal Ditjen Aptika telah melakukan pendalaman, sehingga pada pukul 16.00 WIB nikahsirridotcom diputuskan diblokir,” tulis Kominfo dalam pernyataan di akun Twitternya, Sabtu 23 September 2017.

Aris Wahyudi, Pemilik Situs Nikahsirri.com

Semetara itu, pemilik situs www.nikahsirri.com, Aris Wahyudi ditangkap tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis.

“Tim Cybercrime Krimsus Polda Metro Jaya menangkap tersangka, Yang bersangkutan dikenakan UU ITE dan UU pornografi,” Ujar Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwon

Aris ditangkap di rumah kontrakannya di Jl Manggis No A91 RT 01/10 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi pada pukul 02.30 WIB dini hari tadi. Polisi juga membawa sejumlah barang bukti di rumahnya.

Sebelumnya, Aris mengaku bahwa situs nikahsirri.com itu adalah sebagai sarana lelang perawan. Ia mengakui mendapatkan keuntungan dari kliennya yang ikut dalam lelang tersebut.

“Klien memberikan koin mahar sebanyak 500 (setara Rp 5 juta) ke mitra, kami hanya ambil 10% sampai 20% dari nilai mahar, sedangkan sisanya 80% diserahkan ke pihak mitra. Ini untuk operasional,” ujar Aris Wahyudi

Polisi juga menyita barang bukti berupa laptop, empat buah topi berwarna hitam bertuliskan “Partai Ponsel,” dua buah kaos berwarna putih bertuliskan “Virgins Wanted”.

“Tersangka akan dikenakan Pasal 4, Pasal 29 dan Pasal 30 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi serta Pasal 27, Pasal 45, Pasal 52 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE,” kata Argo.