Jenazah TKI Malaysia yang Tewas Kecelakaan Dipulangkan ke Bulukumba

oleh

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Isak Tangis warnai penerimaan jenazah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Bontorita, Desa Sopa, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Sabtu (6/10/17) dini hari.

Tangisan keluarga pecah sesaat jenazah TKI yang diketahui bernama Hanisa tiba di rumah duka. Pemulangan jenazah tersebut difasilitasi oleh Yayasan Peduli Insani Nusatara (YAPINUS) bersama LIDIK PRO yang merupakan lembaga sosial kemanusiaan yang juga fokus dalam pengawalan para TKI di Malaysia.

Dalam proses pemulangan YAPINUS dan LIDIK PRO menjemput jenazah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar bersama kepala desa Sopa sampai ke rumah duka.

Ketua YAPINUS pusat, Firdaus Gigo Attawuwur, yang juga turut langsung mengantar kepulangan jenazah menjelaskan Hanisa meninggal akibat sebuah peristiwa kecelakaan usai bekerja di kawasan ladang Felda Global Ventures Asian Plantation Limited (FGV APL) INCOSETIA SDN. BHD, di Miri, Serawak, Malaysia, pada 26 September 2017 lalu.

“Jadi kejadiannya selepas jam kerja, Almarhuma yang nekat pulang ke asrama menumpang menggunakan traktor yang dikemudikan rekan kerjanya,” ujar Firdaus dihadapan keluarga Hanisa.

Lanjut Firdaus, ditengah perjalanan rekan korban bernama Daus yang mengemudikan tak mampu menguasai Traktor lantaran kondisi medan yang curam membuat Traktor terguling. Akbibatnya Hanisa yang terpental tewas ditempat karena tertindih traktor, sementara Daus menderita luka.

Selain itu, ia juga menjelaskan kalau Hanisa merupakan TKI yang berangkat perseorangan hanya menggunakan passport pelancong hingga akhirnya bekerja di perusahaan itu. Beruntung pihak perusahaan mengeluarkan kebijakan untuk memulangkan jenazah ke Indonesia.

“Setelah kita komunikasi ke perusahaan bersangkutan akhirnya mereka bersedia memulangkan jenazah dan menanggung semua biaya pemulangannya,” jelas Firdaus.

YAPINUS dan Lidik Pro mengingatkan dan mewanti-wanti warga agar jangan pernah berangkat ke Malaysia sebagai TKI secara Ilegal.

“Kami dari Yapinus dan Lidik Pro turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas kepulangan Almarhuma. Semoga ini yang terakhir dan mari jadikan ini semua sebagai pembelajaran, agar kedepan tidak ada lagi warga kita yang berangkat secara ilegal,” pinta Firdaus.

Sementara itu, Kepala Desa Sopa, Saleh mengapresiasi usaha YAPINUS dan LIDIK PRO dalam proses pemulangan jenazah. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena berkat bantuan dari kedua lembaga itu akhirnya Jenazah Hanisa dapat dipulangkan ke kampung halaman.

“Atas nama pemerintah desa saya sangat berterima kasih kepada Yapinus dan Lidik Pro, kami tak tahu harus membalasnya dengan apa, karena dari sekian TKI asal desa Sopa yang meninggal di Malaysia, belum ada satupun yang dipulangkan,” ungkap Saleh.

Dalam kesempatan itu juga pihak keluarga menerima dana duka dari perusahaan yang diserahkan langsung oleh Fidaus sebagai perwakilan. Tak sampai disitu, Ia juga mengatakan akan mengawal proses asuransi korban.

Untuk diketahui selama bulan September dan Oktober ini, sudah ada 5 jenazah TKI yang dipulangkan ke Bulukumba. Ke 5 jenazah tersebut semuanya difasilitasi YAPINUS dan LIDIK PRO.