Registrasikan Nomer Telepon Anda Sesuai NIK dan KK, atau Diblokir!

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Jakarta, Beritabulukumba.com – Dunia telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru. Per 31 Oktober nanti, semua kartu sub­scriber identification module (SIM card) harus teregistrasi dengan nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) Jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak melakukan registrasi, nomor telepon seluler (ponsel) tidak bisa digunakan lagi.

Aturan baru tersebut diumumkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kemarin (11/10). Per 31 Oktober nanti, semua nomor baru bisa digunakan jika telah melakukan registrasi. Nomor lama pun diminta registrasi. Diberi tenggat sampai 28 Februari. Jika sampai deadline itu tidak melakukan pendaftaran, nomor akan diblokir.

“Dengan ketentuan ini, semua nomor akan diketahui identitas pelanggannya. Itu sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan nomor,” kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza.

Iza menjelaskan, satu NIK bisa digunakan untuk registrasi beberapa nomor SIM card. Artinya, pelanggan yang suka gonta-ganti SIM card tetap bisa melakukannya. Beberapa operator seluler di Indonesia memang menawarkan promo untuk pelanggan baru. Hal itu mengakibatkan banyak SIM card yang tidak dipakai lagi ketika promo sudah habis. Biasanya promo untuk pelanggan baru itu berupa paket data murah.

Dia memastikan, semua yang telah memiliki NIK bisa melakukan registrasi. Tidak ada batasan usia. Anak-anak di bawah 17 tahun yang belum memiliki KTP pun bisa melakukan registrasi sendiri dengan NIK di kartu identitas anak (KIA) dan KK. “Bisa seperti itu karena kan sudah memiliki NIK dan KK,” ucapnya.