Wabup Bulukumba : Lonsum Harus Dievaluasi, Biar 10 Naga Dibelakangnya

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Sebanyak 108 hektar lahan yang dikelola oleh PT. Lonsum, di Desa Bonto Manggiring, Kecamatan Bulukumpa akan ditingkatkan statusnya menjadi QUO. Hal tersebut dikarenakan lahan milik masyarakat yang di buktikan dengan adanya sertifikat masyarakat, sehingga pengelolaan lahan tersebut diminta dihentikan setelah ada keputusan pengadilan.

Hal tersebut merupakan salah satu keputusan yang diambil pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba saat menggelar rapat pertemuan bersama masyarakat adat kajang dan puluhan masyarakat yang merasa dirampas haknya oleh PT. Lonsum, Kamis, 12 Oktober di ruang rapat wakil bupati.

Ketua AGRA Bulukumba, Rudy Tahas, mengatakan jika Pemkab sudah perlu mengevaluasi keberadaan Lonsum di Bulukumba, karena menurutnya tidak memberikan manfaat pada daerah.

Salah satunya menurut Rudy Tahas, pengelolaan lahan masyarakat Bonto Manggiring, yang dibuktikan dengan adanya sertifikat milkik masyarakat, juga Pemerintah pernah meminta 200 hektar tidak dikasi, belum lagi persoalan perburuan. Kalau mau dikaitkan kejahatan lonsum, menurut Rudy komulasinya sudah sangat besar, seperti limbah yang dibuang langsung ke sungai dan tidak memperhatikan kesejahteraan pekerja serta masyarakat setempat.

BACA JUGA:   350 Karyawan PT.Lonsum Dipecat, Koordinator: Silahkan Angkat Kaki Dari Bulukumba

“Termasuk lahanya juga tidak jelas berapa, karena tidak ada peta yang jelas,” ujar Rudy.

Termasuk, lanjut Rudy lahan masyarakat adat yang telah dirampas PT. Lonsum, seluas 2800 hektar, rambang luar yang mencakup wilayah Bulukumpa, Herlang kajang dan beberapa wilayah lainya.

  • Whatsapp