Kajati Sulsel Dapat Gelar Putu Lambeng dari Ammatoa

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Camat Kajang, Andi Buyung Saputra memasangkan kain Passapu ke Kajati Sulsel Jan Samuel Maringka | Foto : Felix/BeritaBulukumba

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Setelah beberapa kali diagendakan datang ke Bulukumba, akhirnya Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Dr. Jan Samuel Maringka, SH.,MH., berkunjung ke Bulukumba. Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) ini, ia ditemani oleh para kepala kejaksaan negeri wilayah selatan Sulawesi Selatan seperti Kajari Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Sinjai, dan ada Kajari Bone, Minggu (15/10)

Kunker Kajati yang didampingi oleh istrinya ibu Nena Jan Maringka di Bulukumba dimanfaatkan untuk mengunjungi kawasan Adat Ammatoa. Setelah dijamu makan siang di rumah jabatan Bupati Bulukumba, rombongan Kajati bergerak menuju Tanah Toa Kajang. Sebelum memasuki gerbang kawasan, Kajati disambut dan dipasangkan sarung dan kain Passapu ciri khas penutup kepala masyarakat adat oleh Camat Kajang Andi Buyung Saputra selaku pemangku adat Labbiria.

Di dalam kawasan, Kajati dan rombongan diterima oleh pemimpin adat Tanah Toa, Ammatoa Putu Palasa. Jan Maringka yang didampingi istrinya pun diberi gelar adat oleh Ammatoa yakni Putu Lambeng yang memiliki arti sesuatu yang selalu bergerak naik. Karena Jan Maringka seorang pejabat, maka menurut Ammatoa, Putu Lambeng itu artinya pejabat yang karirnya selalu menanjak naik.

Jan Maringka mengaku terkesan berkunjung di kawasan adat Ammatoa tersebut. Menurutnya inilah kekayaan adat, kekayaan budaya, dan kekayaan hukum yang miliki oleh bangsa Indonesia. Perbedaan budaya yang ada di Indonesia, tambah Jan Maringka haruslah kita jaga dan lestarikan bersama.