Perawat Tak Mau Ada Nota Pembayaran Darah, Pasien Ini Keluar Paksa Dari RSUD Bulukumba

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Abdul Muin (57) keluar paksa dari RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba. | Foto : Istimewa

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Kembali Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba mendapatkan keluhan dari pasien yang hendak berobat.

Abdul Muin (57) yang saat itu dirinya sedang dirawat akibat kekurangan darah, terpaksa keluar paksa dari perawatan RSUD beberapa waktu lalu lantaran merasa kecewa dengan pelayanan di Rumah Sakit ber-type B itu.

Berawal dari kebutuhan 4 kantong darah golongan O, Abdul Muin mengungkapkan keluarganya diarahkan ke Laboratorium untuk mengetahui ketersediaan darah namun kata staf yang sedang betugas mengatakan pasokan darah O habis.

“Perawat yang berada di Laboratorium menawarkan darah yang ada di Rumah Sakit Bantaeng dengan syarat katanya saya harus membeli dengan Rp. 360.000 perkantongnya, saat itu saya butuh 4 kantong darah” Ujar Abdul Muin,

BACA JUGA:   Bupati Bulukumba Jamu Tim Surveyor KARS

Kemudian masalah muncul saat pihak keluarga Abdul Muin yang menyetujui perihal pembayaran darah dengan syarat adanya bukti nota pembayaran darah, namun perawat yang berjaga enggan memberikan nota pembayaran pembelian darah tersebut.

“Keluarga saya setuju dengan ketentuan harus menerima nota pembayaran setiap pembelian darah, namun perawat yang berjaga di Laboratorium itu tersinggung dengan permintaan nota dan tidak melayani pengajuan darah, akhirnya kami sepakat keluar dari Rumah Sakit,” Ujar Abdul Muin.