Pelajari Budaya Lokal, Dua Seniman Muda Ini Residensi di Bulukumba

oleh
Kasubag Pemberitaan Humas Pemkab, Andi Ayatullah Ahmad menerima dua seniman Andy Seno Aji dan Cut Putri di salah satu warkop Bulukumba

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Bulukumba kedatangan dua seniman muda, yakni Andy Seno Aji asal Yogyakarta dan Cut Putri asal Banda Aceh. Saat ini keduanya sementara residensi (tinggal) di Bulukumba untuk riset dan mengumpulkan bahan untuk hasil karya mereka nantinya. Andy Seno Aji adalah seniman teater dan penggiat sinematografi, sedangkan Cut Putri seorang komikus.

Mereka datang ke Bulukumba dalam rangka persiapan Festival Biannale yang akan diselenggarakan di Makassar pada November 2017 mendatang. Hasil karya dari dua seniman ini akan ditampilkan di festival yang berskala internasional tersebut. Festival Biennale itu sendiri adalah perhelatan yang menjadi peristiwa sekaligus situs penting penanda geliat perkembangan kebudayaan di satu daerah. Peristiwa semacam ini sejak lama berlangsung di berbagai kota atau daerah yang mempertemukan beragam jenis gagasan atau praktik artistik.

Loading...

Festival tersebut bermula dari La Biennale di Venesia yang pertama kali dihelat pada tahun 1895, lalu menyusul kemudian di kota lain di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia sendiri baru pada tahun 2015, lima wilayah yang menggelar kegiatan seperti ini, yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Sumatra dan Makassar.

Sebagai seniman teater dan sinematografi, Andy Seno Aji berkolaborasi dengan Sanggar Seni Alfarabi Bulukumba untuk menghasilkan sebuah karya seni. Rencana karya tersebut berjudul Perempuan Bantaran Sungai.

“Kami bersama Andy Seno Aji, akan membuat sebuah karya seni yang akan ditampilkan di Festival Biennale Makassar 2017,” ungkap Ichdar Yeneng, Kepala Suku Alfarabi.

Sementara itu, Cut Putri akan mengangkat kisah tokoh penyebar agama Islam pertama di Bulukumba Maulana Khatib Bungsu atau yang dikenal dengan Dato Tiro ke dalam sebuah cerita komik. Makanya saat ini untuk sementara ia bermukim di Kecamatan Bontotiro, tepatnya di Kelurahan Ekatiro tempat makam Dato Tiro berada. Menurutnya penting ia melakukan riset untuk mengetahui berbagai kisah-kisah yang ketahui warga secara turun temurun, lalu kemudian ia buat dalam cerita komik.

“Sengaja saya ingin menelusuri jejak Dato Tiro ini, karena dari referensi yang ada Dato Tiro itu berasal dari Aceh, sehingga saya merasa ada ikatan tersendiri,” kata perempuan muda berkacamata ini.

Hasil karyanya nanti, tambah Cut Putri akan dipajang di Festival Biennale. Ia pun merasa senang jika nantinya Pemerintah Bulukumba ingin mencetak dan menggandakan hasil karya komik tersebut dalam bentuk buku untuk kepentingan pendidikan dan pustaka.

Loading...