Keluarga Korban Operasi Zebra di Bulukumba Angkat Bicara

oleh
Kapolres Bulukumba AKBP M. Anggi Naulifar Siregar dan jajarannya saat pemakaman Zainal Abidin di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto, Senin (6/11//17) I Foto : Istimewa

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Pemakaman korban dugaan penganiayaan oknum satlantas Polres Bulukumba, Zainal Abidin (19) pada Minggu (5/11/17) membuat isak tangis sanak keluarga dan orang terdekat korban pecah saat jasad almarhum yang masih belia tersebut di masukkan kedalam liang lahat di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto, Senin (6/11//17) siang.

Zainal Abidin tewas sesaat setelah menghindari Ops Zebra yang dilaksanakan Satlantas Polres Bulukumba pada Sabtu (04/11/2017) siang di daerah Tabuttu Kecamatan Ujung Loe. Dimana informasi yang diterima, korban berusaha kabur saat motor yang dikendarainya bersama dengan rekannya Agus berusaha kabur dari razia Ops Zebra.

Korban Zainal Abidin saat itu sedang berboncengan dengan Agus (23) tanpa mempergunakan helm pengaman. Saat ditahan oleh petugas, keduanya berusaha kabur dan apes, kepala Korban terkena benturan gagang pesawat Handy Talkie (HT) milik salah seorang oknum petugas Satlantas.

Akibat benturan tersebut, setiba dirumahnya, Korban Zainal Abidin tiba-tiba merasa pusing dan muntah muntah sebanyak 5 kali, sehingga pihak keluarga berinisiatif merujuk korban ke Puskesmas namun oleh perawat di rujuk ke RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, akan tetapi pihak Rumah Sakit menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Faizal Makassar, lalu saat diperjalanan sudah meninggal dunia diduga adanya trauma dibagian kepala.

Orang tua almarhum Zainal Abidin telah mengikhlaskan kepergian anaknya yang tidak disangka sangka itu, saat Kapolres Bulukumba AKBP M. Anggi Naulifar Siregar beserta jajaran menyambangi rumah duka pada Minggu malam.

“Maumi diapa, mungkin ini sudah takdir bagi keluargaku, saya cuma minta doata’ saja semua,” ucap orang tua laki-laki korban Zainal Abidin.

Ayah Zainal juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Bulukumba dan jajaran atas bantuanya.

“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, dan menjadi pemahaman agar senantiasa menggunakan helm pengaman serta melengkapi diri dengan Surat-Surat Kendaraan apabila sedang berkendara,” ucapnya dengan mata masih berkaca-kaca mengenang kepergian anak tercintanya.

Sementara itu, Kapolres Bulukumba, AKBP M. Anggi Naulifar Siregar telah menyampaikan permintaan maaf atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Bulukumba

“Kejadian ini adalah musibah, dan tidak ada niat dan kesengajaan untuk kejadian ini terjadi. Mensikapi ini semua saya selaku Kapolres Bulukumba bertanggung jawab untuk semua kejadian yang terjadi. Untuk itu. Saya selaku Kapolres meminta permohonan maaf atas kejadian ini. Saya,bertanggung jawab kepada keluarga korban. Untuk anggota yang terlibat sudah dalam proses pemeriksaan, Anggota tersebut mengakui dan siap menerima sanksi dan hukuman yang berlaku,” Ujar mantan Kapolres Sidrap ini.