Ini Dia Cerita Dato Tiro Yang Dikemas Dalam Bentuk Komik

oleh
Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto saat melihat komik Dato Tiro di Makassar Biennale Festival

Makassar, Beritabulukumba.com – Maula Abdul Jawad Khatib Bungsu atau yang dikenal dengan Dato Tiro, hadir di pameran Makassar Biennale 2017 di lantai 1 Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar. Dato Tiro berada di pameran tersebut dalam wujud berupa cerita komik yang dibuat oleh komikus Cut Putri Ayasofia asal Banda Aceh.

Komik full colour tersebut terdiri dari 20 halaman, setiap halamannya dipajang di dinding pameran, sehingga pengunjung dapat membaca kisah tokoh pembawa Islam di Bulukumba ini secara berurutan. Dalam cerita komik, dikisahkan pada ratusan tahun yang lalu di ujung selatan pulau Sulawesi, hiduplah seorang raja yang sangat sakti. Lalu ia bermimpi melihat seorang berbaju putih yang bisa menjinakkan matahari dan bulan. Beberapa hari kemudian orang berbaju putih dalam mimpinya tersebut benar-benar hadir dan datang di wilayah kekuasaannya melalui pesisir pantai Tiro.

Saat berlabuh orang yang berbaju putih yang tidak lain adalah Abdul Jawad Khatib Bungsu langsung memperlihatkan kesaktiannya. Melalui tancapan tongkatnya keluar air tawar untuk digunakan sebagai air wudhu. Tempat tersebut dikenal dengan Limbua yang berarti permulaan.

Selanjutnya dalam kisahnya terjadi intraksi dan adu kekuatan antara Abdul Jawad dan sang Raja, dan berakhir pada kekalahan sang Raja. Ia harus mengakui kehebatan dan kesaktian tokoh Abdul Jawad dan sukarela bersama rakyatnya memeluk agama Islam. Tokoh Abdul Jawad yang bergelar Dato Tiro pun kemudian diangkat menjadi penasehat raja dalam urusan agama atau Kadi.

Usai menjadi pembicara pada Seminar Maritim Makassar Biennale, di lokasi yang sama Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto mengunjungi pameran dan melihat langsung hasil karya Cut Putri Ayasofia yang sebelumnya tinggal beberapa hari di Kecamatan Bontotiro Bulukumba untuk mengumpulkan bahan kisah Dato Tiro.

Tomy Satria yang didampingi Wakil Ketua TP PKK Siti Isniyah mengapresiasi dan memuji hasil karya komik tersebut. Dikatakannya hasil komik tentang kisah Dato Tiro ini sangat cocok menjadi buku bacaan bagi anak-anak sekolah supaya bisa mengetahui sejarah kisah masuknya Islam di Bulukumba.

“Cerita komik ini mudah dicerna dan menarik karena adanya gambar yang full colour. Ke depan kita akan mencetak dan menggandakannya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Tomy usai membaca satu persatu dari halaman komik tersebut, Rabu (8/11) di lantai I Menara Pinisi UNM.

Makassar Biennale 2017 yang berlangsung pada tanggal 8 sampai 28 November 2017 diisi dengan berbagai program kegiatan, diantaranya, pameran seni rupa, seminar, wicara seniman, workshop dan pameran UKM. Pemerintah Kabupaten Bulukumba sendiri menjadi Program Partners pada event yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali ini.

Berikut cerita Dato Tiro yang dikemas dalam bentuk komik :