Tak Ada Dokter, Pasien RSUD Bulukumba Ini ‘Terlantar’

oleh

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Wina Rizkanevia (14) seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Dg Radja Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan hanya bisa terbaring lemas di ruang perawatan lantaran tak satupun dokter yang menanganinya. Padahal, Wina sudah dua hari di rawat di RSUD.

“Sejak kemarin diopname belum ada satupun dokter yang periksaki. Jangannkan periksa jenis dokternya pun belum jelas,” ungkap Suparman, Paman Pasien, Jumat (9/11/17).

Wina dirawat di perawtan 2 Ruang Flamboyan dengan status pasien BPJS kelas 2. Hanya saja sejak ia masuk pada Kamis (8/11/17) hingga Jumat (9/11/17) tak satupun dokter memeriksa konsidinya.

“Hari ini dokter yang ditunggu sejak kemarin belum datang datang padahal ponakan saya mau di USG karena diagnosa usus buntu. Katanya kalau hari Jumat biasa tidak adami dokternya,” ungkapnya Suparman lagi.

Parahnya, Wina yang didiagnosa menderita usus buntu, sempat ditelantarkan pihak RSUD di kamar kelas 3 padahal ia merupakan pasien BPJS kelas 2. Pihak RSUD beralasan ruang perawatan sedang penuh, lalu soal dokter jika Hari Jumat memang biasanya tidak masuk.

“Ini RSUD Sultan Dg Radja cantik di luarji, tapi pelayanannya begitu begitu ji juga. Kemarin ponakanku diopname BPJS kelas 2 tapi dibawa ke kelas 3, alasannya tidak ada kamar. Pas ngotot ternyata masih adaji 2 ranjang kosong kelas 2. Alasannya lagi rusak toiletnya dan mau runtuh plafonnya,” keluh Suparman.

Mirisnya, melihat kondisi ini, pihak RSUD dan bagian pengawasan terkesan cuek.

“Susah saya laporkan ke dewan pengawas juga namun belum ada respons. Memang dari dalam rumah sakitnya yang sakit kayaknya ini,” kunci Suparman.

Mendengar kondisi tersebut, Sekertaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bulukumba, Ar Ebyt Supadi mengecam pihak RSUD dan Dokter yang lari amanah dan tanggung jawab terhadap Pasien.

“Sangat disayangkan, ini sudah sering terjadi manajemen yang tidak tepat sehingga kami mendesak direktur RSUD Bulukuma agar dievaluasi kenerjanya, begitupun dengan dewan pengawas,” tegas Ebit.

Selain itu, ia menduga malasnya para dokter RSUD bertugas lantaran pihak BPJS belum membayarkan sisa pembayaran Jamkesda 2016, Insetif jaga sore dan malam mulai Januari2017 belum terbayarkan, serta Remonisasi klaim uang jasa RSUD ke BPJS yang menunggak 3 bulan terakhir.

“Ini juga banyak dikeluhkan para tenaga medis di RSUD, harapan saya jikalau memang itu benar, pihak BPJS harusnya membayarkan segera karena itu hak mereka,” tandas Ebyt kepada wartawan.