Banyak Indikasi Pungli, DPRD Bulukumba Minta Rombak Pelayanan Disdukcapil

oleh

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba meminta pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dissukcapil) dievaluasi. Hal tersebut dikarenakan masih terdapat beberapa calo yang melakukan pungli dan diduga bekerjasama dengan bagian pelayanan untuk meraup keuntungan dari masyarakat yang ingin mengurus administrasi kependudukan.

Hal tersebut diungkapkan salah satu Anggota DPRD Bulukumba, H. Safiuddin Jumat, 24 November 2017. Yang mengaku masih sering mendapatkan keluhan masyarakat terkait iuran pelayanan di Disdukcapil, padahal semuanya gratis. Untuknya itu dia berharap agar pemerintah mengevaluasi pelayanan agar tak ada lagi indikasi kegiatan pungli dalam pengurusan administrasi kependudukan.

“Pelayanan sebenarnya sudah bagus, cuma masih banyak calo dan mungkin bekerjasama dengan bagian pelayanan, oknum ini yang harus di evaluasi,” Ujar Safiuddin.

Kondisi ini menurutnya bisa sangat merusak citra Disdukcapil yang telah bekerja maksimal, karena masyarakat akan menilai bukan pada oknumnya saja, melainkan seluruh Disdukcapil pada umumnya.

Hal sama diungkapkan Staf Ahli Fraksi Gerindra, Pipi Hardiyanti yang mengaku banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat, terkait pembayaran kepengurusan kependudukan di Disukcapil. Dalam kepengurusanya, masyarakat dimintai uang sebesar Rp 150 ribu untuk mempermudah kepengurusanya oleh oknum yang bekerja di bagian pelayanan Disdukcapil.

“Ada oknum pegawai di Capil begitu, kasih bayar masyarakat supaya urusan kependudukannya lancar,” ujar Pipi.

Humas Disdukcapil Bulukumba, Endang Mulyani yang dikonfirmasi membantah adanya pembayaran dalam kepengurusan kependudukan di Disdukcapil. Untuknya itu dia berharap kepada masyrakat agar tidak mempercayakan calo untuk kepengurusanya, karena pelayanan di Disdukcapil menurutnya bebas dari pembayaran apapun alias gratis.

“Urus sendiri berkas ta’, jangan percayakan kepada oknum yang memintai uang karena disini gratis,” Singkat Endang.