Strategi Tak Terduga, 40 Truk Bawa KTP Dukungan IYL-Cakka

oleh

Makassar, Beritabulukumba.com – Ichsan Yasin Limpo (IYL) membuktikan dirinya sebagai petarung. Di saat ada usaha menjegalnya maju di pilgub, mantan Bupati Gowa dua periode itu justru memainkan strategi yang tak terbaca. Sebanyak 40 truk terlihat mengangkut berkas dukungan KTP yang akan didaftarkan ke KPU Sulsel.

Seolah larut dan ikut ritme strategi yang dimainkan rival, IYL-Cakka seolah tampil jika maju lewat jalur parpol. Padahal, duet ini sudah menyadari sejak awal ini adalah jebakan yang akan dimainkan di akhir bila maju lewat parpol.

“Tidak apa-apa saya ungkap sekarang, karena sudah berlalu. Jadi selama ini saya pura-pura ikut dari strategi dan skenario mereka. Tapi mereka tidak tahu kalau antisipasi saya sudah berjalan sejak dulu,” tegas Ichsan kepada wartawan di rumah kita usai menyerahkan berkas dukungannya ke KPU.

Menurut dia, jika mengikuti jebakan rivalnya, maka di akhir sebelum pendaftaran parpol, dukungan salah satu partai yang sudah menyerahkan rekomendasi akan ditarik atau dimunculkan dualisme kepengurusan.

Bila itu terjadi, maka hampir pasti ia tidak bisa maju lagi. Untuk itu, sejak awal sudah melakukan antisipasi, seperti tetap menjalankan penggalangan dukungan, tanpa banyak yang tahu.

Dukungan 1,5 juta KTP yang didapatkan, juga bukan asal-asalan atau digalang begitu saja. Tapi jauh hari, termasuk pasca ada perubahan format di PKPU, tim dan relawannya sudah bergerak.

“Saya jamin itu murni dukungan rakyat. Tidak ada istilah kita bayar mereka untuk menyerahkan dukungannya. Itu sebabnya, saat ada perubahan format KPU, itu bukan hal sulit bagi kami untuk mendatangi kembali,” papar Ichsan.

Kepada wartawan yang menemaninya ngobrol santai di teras rumah kita, IYL juga mengimbau untuk mengawal suara rakyat secara transparan. Jangan sampai ada upaya-upaya yang ingin mengganggu dukungan tersebut.

“Jangan coba-coba mengancam kami maju lewat jalur independen, sebab itu adalah bentuk perlawanan terhadap aspirasi rakyat. Kita akan lihat kedepan siapa yang menjebak dan terjebak. Kami tidak takut siapapun yang mengancam dan mengancam, siapapun itu apakah dia pembesar, pengusaha, penguasa, ataupun pimpinan partai,” pungkasnya.

Usai menyerahkan berkas dukungannya, IYL juga meyakini jika parpol yang memberikan dukungan selama ini tidak akan berpaling, baik Demokrat maupun PPP. Sebab lewat jalur perseorangan, tensi untuk mengganggu dualisme PPP bisa menurun, sehingga kubu Romi bisa leluasa berada di barisannya.

Apalagi sebelum memutuskan menyerahkan berkas ke KPU, pihaknya sudah mendapat restu dari Demokrat.