Lantaran Malu, Ayah Ini Sembunyikan Anaknya Yang Busung Lapar

oleh
Nompo, Ayah Komeng (15 Tahun) Penderita Busung Lapar Yang Kini Dirawat Intensif di RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, Minggu (26/11/2017) I Foto : Felix

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Sulaiman alias Komeng (15 tahun) warga Kampung Kupang, Dusun Tamapalalo, Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba menderita busung lapar sejak umurnya 5 tahun. Komeng dikurung dalam rumahnya oleh sang ayah, Nompo selama 10 tahun lamanya lantaran malu dan tidak memiliki biaya untuk mengobati sang anak.

Kabar tentang keberadaan Komeng viral setelah salah seorang netizen memposting foto di media sosial Facebook yang menceritakan soal kondisi Komeng yang sangat memperhatikan dan langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Loading...

Komeng kemudian dibawa ke RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba untuk mendapatkan pertolongan medis, oleh Kepala Puskesmas Palangisang, Dr. Andi Ardiana Nur, dan Anggota DPRD Bulukumba, Syamsir Paro. Minggu 26 November 2017.

Kepala Puskesmas Palangisang, Dr. Andi Ardiana Nur, mengaku bahwa tim kesehatannya sulit mendapatkan data tentang kondisi Komeng akibat sang ayah, Nompo terkesan tertutup apabila di datangi oleh tim pendataan kesehatan dari Puskesmas Palangisang.

Kepala Puskesmas Palangisang, Dr. Andi Ardiana Nur

“Ini bapak tertutup sekali. Setiap bulan kami keliling dari rumah ke rumah untuk pendataan kesehatan, rumahnya pak Nompo terkunci terus. Kalaupun bertemu, tim kami tidak dipersilahkan masuk, kalau ditanya selalu jawabannya sehat sehat saja, tidak ada yang sakit dirumah ini. Tetangganya saja kaget ternyata ada anaknya yang menderita busung lapar” Ujar Dokter Dina sapaan akrabnya.

Sementara itu, ayah Komeng, Nompo mengaku jika dirinya tidak pernah bermaksud mengurung anaknya. Dirinya tidak mengantar anaknya ke Rumah Sakit dan menolak tim kesehatan lantaran malu terhadap kondisi keluarganya sekarang dan takut tidak bisa membiayai anaknya ketika nanti dirawat di Rumah Sakit.

“Kadang hanya makan nasi, karena tidak ada uang beli lauk, jadi kalau pergi kerja saya kunci rumah dari luar,” Ujar Nompo dengan bahasa Konjo.

Nompo mengaku, busung lapar yang dialami anaknya terjadi 10 tahun lalu, disaat perekonomian mereka terpuruk. Ibu Jume yang menyusui Komeng harus menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Permasalah bertambah setelah Nompo mengetahui sang istri sudah menikah disana dan hingga saat ini tidak pernah pulang.

“Sudahmi menikah, jadi saya tidak bisa kemana, hanya bisa menjadi petani baru tidak ada yang rawat komeng,” Lirih Nompo.

Kondisi Komeng (15 Tahun) yang kini dirawat intensif di RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto yang ikut mengontrol langsung keadaan Komeng di Ruang UGD RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba mengaku sangat menyayangkan adanya kasus gizi buruk ditengah Pemerintah Daerah sedang aktif melakukan pengentasan gizi buruk melalui program daerah.

“Ini jadi perhatian bersama, karena disaat pemerintah ingin mengentaskan busung lapar, ternyata masih ada yang ditemukan. Saya harap juga apabila ada warga yang menderita penyakit apapun itu tolong informasinya disampaikan kepada pihak kesehatan, Jangan ditutup-tutupi karena bagaimanapun kerja keras Pemda apabila tidak mendapatkan kerjasama dan dukungan dari masyarakat sekitar hasil maksimal dalam pelayanan masyarakat akan sulit tercapai, Pemda Bulukumba akan selalu cepat merespon laporan laporan masyarakat seperti ini,” Ujar Tomy.

Loading...