Pemda Bulukumba Akan Bentuk Tim Evaluasi Terkait Kasus Komeng

oleh
Kondisi Komeng (15 Tahun) yang kini dirawat intensif di RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Kasus ditemukannya penderita gizi buruk Sulaiman alias Komeng (15 Tahun) warga Kampung Kupang, Dusun
Tamapalalo, Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba yang baru diketahui selama 10 tahun lamanya di Kabupaten Bulukumba membuat geram Wakil Bupati (Wabup) Bulukumba, Tomy Satria Yuliato, Pasalnya Pemda (Pemerintah Daerah) Bulukumba yang tengah gencar melakukan pengentasan gizi buruk melalui program daerah justru mendapati kasus gizi buruk yang sudah 10 tahun lamanya tertutupi.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengatakan bahwa Pemda Bulukumba akan segara membentuk tim evaluasi terkait kasus Komeng tersebut.

“Permintaan saya untuk membentuk tim evaluasi sudah ditindaklanjuti oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) Bulukumba, nantinya tim tersebut akan melakukan evaluasi gap atas persoalan ini” Ujar Tomy kepada Beritabulukumba.com Senin, 27 November 2017.

Wabup Bulukumba ini juga menuturkan bahwa tim evaluasi juga bertugas untuk mencari permasalahan apa yang dihadapi oleh para tim pendataan kesehatan dari tingkat kecamatan hingga ke desa, agar kasus seperti ini tidak terulang lagi.

“Kita akan libatkan Inspektorat, Kepolisian dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan evaluasi dimana letak masalah sampai ini berlarut larut hingga 10 tahun lamanya baru terdeteksi, nantinya tim ini juga akan mencari kendala dari para tim kesehatan kita yang ada di lapangan agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” Tambah Tomy.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto saat mengontrol langsung penanganan medis Komeng di UGD RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba Kemarin (Minggu, 26/11/2017)

Sebelumnya diketahui, informasi terkait sakit yang diderita Komeng tidak sampai kepada tim pendataan kesehatan Puskesmas Palangisang akibat pihak keluarga yang seakan menutupi tentang kondisi yang dialami Komeng saat ini.

“Ini bapak tertutup sekali. Setiap bulan kami keliling dari rumah ke rumah untuk pendataan kesehatan, rumahnya pak Nompo terkunci terus. Kalaupun bertemu, tim kami tidak dipersilahkan masuk, kalau ditanya selalu jawabannya sehat sehat saja, tidak ada yang sakit dirumah ini. Tetangganya saja kaget ternyata ada anaknya yang menderita busung lapar,” Ujar Dr. Andi Ardiana Nur saat ditemui kemarin di RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba (Minggu 26 November 2017).

Sementara itu, ayah Komeng, Pak Nompo mengaku jika dirinya tidak pernah bermaksud mengurung anaknya. Dirinya tidak mengantar anaknya ke Rumah Sakit dan menolak tim kesehatan lantaran malu terhadap kondisi keluarganya sekarang dan takut tidak bisa membiayai anaknya ketika nanti dirawat di Rumah Sakit.

Saat ini, Komeng telah dirawat intensif sejak kemarin Minggu 26 November 2017 di RSUD Sultan Daeng Bulukumba.

“Jadi sekarang adik kita Sulaiman alias Komeng di rawat di Gedung C1, Lantai 2, Perawatan Mawar, pada kamar 205. Terkait dengan kondisinya, adik Komeng perlahan sudah ada perubahan walau memang butuh waktu lama untuk penyembuhannya, Penanganan intensif sudah diberikan termasuk dalam hal kebutuhan asupan gizinya” Ujar salah satu staf Humas RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, Andi Abhy.