Hari Difabel Internasional, Sekolah Luar Biasa di Bulukumba Malah Disegel

oleh

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Perayaan Hari Difabel Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember lalu justru tidak bisa dirayakan oleh para murid difabel Sekolah Luar Biasa (SLB) 1 Bulukumba, Pasalnya sejak tanggal 3 Desember lalu atau terhitung sudah 2 hari lamanya sekolah mereka disegel menggunakan kawat berduri dan halaman sekolahnya ditanami pohon pisang.

Hal tersebut kemudian membuat para murid dan guru SLB 1 Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bulukumba, Selasa, 5 Desember 2017 untuk meminta solusi dari Pemkab Bulukumba terkait penyegelan sekolah mereka yang terletak di Jalan Teratai, Kelurahan, Caile, Kecamatan, Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SLB 1 Bulukumba Abdul Rahim, menuturkan tuntutan mereka hanya ingin menyelesaikan dulu tahapan ujian para muridnya.

“Kami cuma minta tolong dibuka dulu segel sekolahnya, karena ini sementara tahapan ujian semester, masalah soal sengketa lahan dan lain lain itu urusan belakangan, kami cuma mau sekolah di buka saja dulu sampai proses ujian selesai,” Ujar Abdul Rahim kepada Beritabulukumba.com .

Sekertaris Daerah (Sekda) Bulukumba, Drs. A. Bau Amal yang menemui para aksi unjuk rasa meminta agar permasalahan ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Silahkan laporkan permasalahan ini kepada Polres Bulukumba, supaya penyegelan bisa dibuka kembali dan adik adik semua bisa kembali bersekolah” Ujar A. Bau Amal.

Sekda Bulukumba ini juga berharap, agar masalah ini bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah agar tidak ada konflik lebih lanjut yang akan terjadi.

Sementara itu, Anggota DPRD Bulukumba, Fahidin HDK yang ikut berbaur dengan para Siswa SLB yang berunjuk rasa, menyayangkan adanya tindakan penyegelan sekolah tersebut.

“Penutupan sekolah tersebut cukup meresahkan. Selain mengganggu proses belajar, anak-anak difabel sewaktu waktu jiwanya jelas terancam luka akibat pagar berduri yang ada dalam sekolah,” Ujar Fahidin.

Tak sampai disitu, Langkah hukum diambil oleh Fahidin HDK, bersama Kepala Sekolah SLB 1 Bulukumba Muh. Sahib dan Kakesbangpol, Andi Mappaita melaporkan tindakan penyegelan tersebut ke Polres Bulukumba.

“Kami bersama Kabag Hukum, Kesbang, Polisi Pamong Praja, dan Kepsek menemui Wakapolres. Hasilnya sekolah dibuka kembali dan proses hukum tetap lanjut, Insya Allah dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pertemuan pada semua pihak termasuk petanahan untuk membahas masalah ini,” Tutur Fahidin.