Pinisi Sukses Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Jeju, Beritabulukumba.com – Di Penghujung tahun 2017 Pinisi mendapatkan pengakuan dunia internasional lewat keputusan pada Sidang ke-12 Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Jeju Island, Korea Selatan, pada hari Kamis, 7 Desember 2017 yang telah menetapkan usulan Indonesia yaitu PINISI: Seni Pembuatan Perahu di Sulawesi Selatan (PINISI: Art of Boatbuilding in South Sulawesi) ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Penetapan Pinisi: Art of boatbuilding in South Sulawesi, ke dalam Warisan Budaya Takbenda UNESCO merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap arti penting pengetahuan akan teknik perkapalan tradisional yang dimiliki nenek moyang bangsa Indonesia yang diturunkan dari generasi ke generasi dan yang masih berkembang sampai hari ini.

BACA JUGA:   Wakil Menuju Bupati, Lihat Kembali Capaian Politik Tomy Satria Dalam 5 Tahun Terakhir

Dengan penetapan Pinisi ini, maka Indonesia telah memiliki 8 elemen budaya dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Tujuh elemen yang telah terdaftar sebelumnya adalah Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), dan Noken Papua (2012), dan Tiga Genre Tari Tradisional Bali (2015). Serta satu program Pendidikan dan Pelatihan tentang Batik di Museum Batik Pekalongan (2009).

Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO dihadiri oleh Duta Besar LBBP Prancis, Monaco dan Andora/Wakil Tetap RI di UNESCO, Hotmangaradja Pandjaitan; Duta Besar/Deputy Wakil Tetap RI untuk UNESCO, T.A Fauzi Soelaiman; Kasi Pengusulan Warisan Budaya Takbenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hartanti Maya Krishna; Wakil Bupati Kabupaten Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, Wakil Ketua DPRD Bulukumba Andi Zulkarnain Pangki beserta tim delegasi Indonesia lainnya. 

BACA JUGA:   Tomy Satria Sisa Tunggu Keputusan DPW Nasdem Soal Paket di Pilkada

Dalam sidang tersebut, dua puluh empat negara anggota Komite membahas 6 (enam) nominasi untuk kategori List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding, serta 35 (tiga puluh lima) nominasi untuk kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity dari 175 negara yang sudah meratifikasi konvensi 2003 UNESCO.

Iklan Iklan

Hotmangaradja Pandjaitan mengatakan bahwa komunitas dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengusulan Pinisi ke dalam daftar ICH UNESCO, hal ini menjadi momentum yang dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh pemerintah pusat dan daerah serta komunitas untuk memberikan perhatian lebih dalam pengelolaan Warisan Budaya Takbenda yang ada di wilayahnya masing-masing terutama bagi pengembangan pengetahuan, teknik dan seni warisan budaya tak benda yang perlu dilestarikan di tanah air pada umumnya, seperti pembuatan perahu tradisional Pinisi ini.

BACA JUGA:   Tomy Satria Hijrah ke Nasdem, Andi Sukri : Mari Kita Hormati

Sementara itu, Wabup Tomy Satria Yulianto yang mengikuti sidang menyampaikan selamat untuk masyarakat Bulukumba, Sulawesi Selatan dan Indonesia atas penetapan ini. Menurutnya upaya mendorong Pinisi menjadi warisan budaya takbenda telah berhasil.

“Hasil penetapan ini menjadi bagian dari fase perjalanan Pinisi itu sendiri, kini pemerintah dan masyarakat memiliki tanggungjawab untuk terus melestarikannya, sehingga generasi selanjutnya akan tetap merasakan dan mengenal Pinisi,” pinta Tomy.

Perahu Pinisi Pinisi Bulukumba Tomy Satria Yulianto Wakil Bupati Bulukumba Warisan Budaya UNESCO

Penulis: 
    author

    Posting Terkait