Besok, Mengenang Alm. Aktivis Bulukumba Yang Takkan Pernah Padam

oleh

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Mengenang Almarhum Ust. Bucek, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Bulukumba bekerjasama dengan Kondoa Etnika akan mengelar panggung kebudayaan yang bertempat di Bundaran Pinisi Bulukumba, Besok, Minggu, 10 Desember 2017. Mengambil Tema ‘Yang Takkan Pernah Padam’ gelaran ini juga sebagai bentuk memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang juga jatuh pada hari yang sama.

Adapun rangkaian kegiatan diantaranya tausiyah,pemutaran video dokumenter almarhum Ust. Bucek, pemutaran video testimoni, pembacaan puisi, tari, basing-basing dan pertunjukan musik.

Loading...

Menurut Ketua Panitia pelaksana A. Ardiansyah, “Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan kepada masyarakat luas, masih banyak pelanggaran HAM yang terjadi di bulukumba,” ungkapnya.

Agra Bulukumba aktif mengawal konflik agrarian antara masyarakat adat Suku Kajang dan PT. Lonsum serta Masyarakat dan Kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) menilai negara abai terhadap pemenuhan hak-hak masyarakat atas tanah.

Kegiatan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan merefleksi memori kebersamaan Almarhum Ust. Bucek yang merupakan aktivis AGRA Bulukumba yang selama sisa hidupnya menyuarakan hak masyarakat kecil yang tertindas.

“Ust. Bucek merupakan sahabat dan kawan penuh keceriaan dan semangat dan telah menunjukkan ke kami komitmennya untuk mengabdikan diri kepada perjuangan panjang hingga ajal menjemputnya,” tambah A. Ardiansyah.

Sementara itu, Ketua AGRA Bulukumba, Rudy Njet menanggapi dalam 3 tahun rezim jokowi memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan penindasan dan penghisapan rakyat. Yang baru saja terjadi adalah kasus parampasan tanah yg terjadi seperti di Kulonprogo dengan dalih pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

“Kita bisa lihat bagaimana ruang hidup rakyat terus dirampas berkedok infrastruktur dan nyatanya tidak bermanfaat bagi rakyat kecil,” Ujar Rudy Njet.

Agra Bulukumba juga dengan tegas mengecam keras pernyataan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tentang pengakuan resmi status Yerusalem sebagai ibukota Israel dan rencana pemindahan pusat administrasi politik negara Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Ini bukan hanya akan menghancurkan proses damai yang tengah berlangsung, namun akan segera memicu lahirnya gelombang kekerasan dan perang perlawanan dari rakyat Palestina dan solidaritas rakyat dunia, Kami AGRA Bulukumba mengecam keras sikap politik pemerintah imperialis Amerika Serikat atas pengakuan resmi Yerussalem sebagai Ibukota Negara Israel dan mendesak kepada pemerintah Jokowi Widodo untuk memustuskan hubungan Bilateral dengan Amerika Serikat,” tutup Rudi Njet.

Loading...