Korem 141/Tp Bone Angkat Bicara Terkait Penangkapan Arfani Funima di Bulukumba

oleh
Arfina Funima, Honorer Dinas PU Bulukumba Yang Terciduk Narkoba I Foto : Felix

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Ditangkapnya Arfani Funima alias Fany yang merupakan istri dari prajurit berinisial SH yang juga adalah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodim 1423 Soppeng terkait kasus tindak penyalahgunaan narkoba golongan I jenis shabu pada Minggu malam, 10 Desember 2017, membuat Korem 141/Toddopuli (Tp) Bone angkat bicara.

Saat ditemui di Bulukumba, Korem 141/Tp Bone Melalui Pasi Intel Korem 141/Tp, Mayor Inf Sukandar menjelaskan bahwa SH sendiri sebenarnya sudah lama ingin menceraikan Fina.

“Sudah sejak tahun 2012 lalu, hubungan mereka berdua tidak harmonis lagi, sebenarnya SH beberapa tahun lalu sudah memasukkan berkas perceraiannya, namun kita di TNI punya proses yang ketat soal itu,” Ujar Mayor Inf Sukandar, Senin 11 Desember 2017.

Fany yang merupakan tenaga honorer di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bulukumba ditangkap bersama Muhlis Mustafa yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Bina Konstruksi pada kantor yang sama oleh Opsnal Sat Res Narkoba Polres Bulukumba di Kamar Kontrakan Eksklusif 44, Jalan Bakti Adiguna, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

“Dia (Fany) ini sebenarnya sudah tidak boleh dikatakan sebagai anggota Persit Kodim 1423 Soppeng, karena setiap ada kegiatan dari Persit Kodim 1423 Soppeng dia selalu menolak hadir dengan alasan yang tidak jelas,” Tambah Mayor Inf Sukandar.

Saat ditangkap Fany yang diintrogasi oleh Opsnal Sat Res Narkoba Polres Bulukumba membantah bahwa dirinya selingkuh dengan Muhlis Mustafa yang merupakan atasannya di Dinas PU Bulukumba dan mengaku bahwa hubungan dengan suaminya yang sedang bertugas di Kodim 1423 Soppeng baik baik saja. Disinyalir Fina melakukan itu karena ingin memanfaatkan status prajurit SH pada kasus yang sedang ia alami.

“Jadi saya jelaskan lagi, Fany itu statusnya sekarang dalam proses perceraian dengan anggota kita yang bertugas di Soppeng, Perilaku dia sama sekali tidak mencerminkan Persit yang seharusnya, Jangan bawa bawa nama institusi TNI dalam kasus ini,” Tutup Mayor Inf Sukandar.