Dinsos Bulukumba Gelar Bimtek Pemuktakhiran Data Kemiskinan

oleh

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bulukumba menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pemutakhiran data masyarakat miskin yang berjumlah 127 ribu jiwa di Hotel Agri, Selasa, 12 Desember 2017. Pemuktahiran ini agar data warga miskin bisa update setiap tahun dan menjadi rujukan dalam penuntasan kemiskinan di daerah ini. Bimtek ini sendiri diikuti 287 peserta dari desa hingga tingkat kecamatan Bulukumba.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Bulukumba, Ardi Arafah menuturkan bahwa bimtek ini dilakukan untuk lebih membuat data yang akurat untuk mendukung program-program daerah dalam penanganan warga miskin.

Loading...

“Untuk memverifikasi dan memvalidasi data yang ada sekarang, semoga dengan kegiatan ini data kemiskinan yang ada di Bulukumba valid dan tidak ada lagi orang miskin di Bulukumba yang tidak terdata,” Ujar Ardi Arafah.

Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Pedesaan dan Perkotaan Dinas Sosial Bulukumba, Siti Isniyah menuturkan bahwa program Bimtek ini diharapkan bisa memberikan kontrobusi yang sangat signifikan ke Pemerintah Daerah nantinya.

“Banyak program daerah yang akan mengacu pada data ini nantinya jadi kami harap dengan kegiatan ini bisa memberikan data yang betul betul valid. Program ini juga baru tiga daerah di Sulsel yang sudah melaksanakan yakni Makassar, Bantaeng dan Bulukumba sendiri. Tapi, di Bulukumba diharap bisa lebih maksimal lagi,” Ujar Siti Isniyah.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Bappeda Bulukumba, Agus Ishak mengaku perlunya data kemiskinan diperbaharui, karena setiap tahun terjadi ada perubahan. Misalnya, status sebelumnya masuk golongan tidak mampu, namun beberapa tahun kemudian sudah menjadi kayak, tidak perlu lagi diberikan bantuan, selain itu untuk memastikan apakah warga yang bersangkutan masih hidup atau sudah meninggal dan pindah domisili. Pemberian bantuan bukan lagi factor keluarga kepala desa atau anggota dewan melainkan siapa saja, yang penting masuk golongan tidak mampu.

“Tidak menutup kemungkinan tahun lalu dia masuk miskin. Tapi, sekarang sudah kaya. Ini harus dikeluarkan dari data,” Ujar Agus Ishak.

Loading...