PPTK-nya Nyabu, Pembangunan Jembatan Bialo Terlambat

oleh
Proses Pengerjaan Jembatan Bialo, Bulukumba, Selasa, 12 Desember 2017 I Foto : Felix

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Pembangunan Jembatan Bialo tahap awal yang dianggarakan Rp 12 Miliar dipastikan molor dari jadwal pembangunan 28 Desember mendatang. Hal tersebut diduga karena Pejabat Pelaksanan Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan, Mustafa Muhlis yang tidak serius mengawasi pembangunan dikarenakan asik mengkonsumsi narkoba.

“Kalau tunjuk PPTK yang benarlah, jangan yang konsumsi narkoba kau tunjuk,” ujar Bupati Bulukumba, AM. Sukri Sappewali kepada Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muh. Amry saat meninjau pembangunan Jembatan Bialo, Selasa, 12 Desember 2017.

Loading...

Dalam kunjungannya, Sukri mengaku sangat kecewa melihat pembangunan yang saat ini pondasi belum berdiri. Padahal pemerintah telah mengadendum batas waktu pembangunan dari tanggal 24 November menjadi 28 Desember mendatang, dikarenakan lokasi pembangunan bersengketa.

“Mereka berdalih kalau lahan bersengketa. Tapi sebelah Selatan pembangunankan tidak bersengketa, seharusnya ini dulu dibangun, nanti Utara kalau selesai sengeketanya. Sekarang baru mau jalan bagaimana mau selesai,” sesal Sukri.

Dia akan meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan untuk mengenjot pengerjaan. Bila penambahan waktu 50 hari tetap tidak diselesaikan juga akan dilakukan pemutusan kontrak.

“Kalau lewat 28 Desember berarti sudah di denda, ada penambahan waktu sampai 50 hari kerja. Tapi kalau sudah diberi waktu tetap tidak mampu diselesaikan yah putus kontrak,” jelas Sukri.

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK), Jembatan Bialo, Muh Yamin yang ditemui dilokasi pembangunan tetap optimis pembangunan selesai tepat waktu, yang akan meminta kontraktor PT. Karya Mandiri Jaya Pratama mengenjot pembangunan, mengingat saat ini telah mendekati batas waktunya.

“Kita masih optimis, makanya pembangunan akan digenjot,” ujar Muh Yamin.

Dia berharap bisa menyelesaikan pembangunan secepatnya, yang tahap awal adalah tiang pancang, dan bangunan afour bagian sebelah utara. Sementara saat ini sudah terpasang 20 tiang pancang di bagian selatan, sisa 10 lagi. Kemudian di sebelah utara sudah terpasang rangka aboutment serta pondasi. Rencananya setelah 30 tiang pancang terpasang dilanjutkan dengan pengecoran.

“Apabila kontrak berkhir masih ada waktu maksimal 50 hari, yang diberlakukan denda seperseribu dari nilai kontrak, kurang lebih Rp 9 juta setelah dopotong Pajak Pertamabahan Nilai (PPN) nya, kalau tidak salah nilai kontraknya Rp 10 Miliar lebih,” jelasnya.

Site Manager, PT. Karya Mandiri Jaya Pratama, Fadil mengaku akan mengenjot pembangunan siang dan malam, dengan memberlakukan 3 waktu shift pengerjaan yaitu pukul 8 hingga pukul 4 sore, 19 hingga pukul 24, dan pukul 1 Malam hingga 4 Subuh. Selain itu menambah pekerja disetiap lokasi tiang pancang diyakin bisa tepat waktu.

“Kita masih optimis, jumat besok kita sudah pengecoran dan akan mendirikan tiang pancang,” janjinya

Loading...