Mega Proyek Gedung Paripurna DPRD Bulukumba Belum Rampung

oleh

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Proyek pembangunan gedung ruang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba yang menelan anggaran sebesar Rp. 4,5 Miliar pada tahap kedua ini tidak kunjung selesai, meski kontrak pekerjaan telah berakhir sejak 26 Desember 2017 lalu.

Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, Djunaedi Abdillah mengungkapkan bahwa ada 3 mega proyek yang diprediksi sulit selesai tepat waktu dikarenakan masih ada beberapa bagian yang belum rampung hingga sekarang pada pekerjaannya. Proyek pembangunan yang dimaksud yakni IGD RSUD Sultan Daeng Radja, Pembangunan Jembatan Penghubung Bialo, dan Ruang Paripurna DPRD Bulukumba.

“Saya kira tiga proyek besar akan menyeberang. Ini sulit selesai sesuai dengan jadwal,” Ungkap Djunaedi Abdillah.

Diketahui, bahwa tiga proyek besar ini sudah mengalami perpanjangan kontrak pekerjaan sejak 2017 lalu. Hanya saja, dengan perpanjangan kontrak inipun diprediksi masih sulit rampung tepat waktu. Beberapa bagian pekerjaan masih berlangsung sampai sekarang. Sejumlah pihak menyayangkan atas keterlambatan pekerjaan oleh rekanan ini, salah satunya datang dari Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali. Orang nomer satu di Bulukumba ini meminta untuk mendorong pekerjaan proyek lebih digenjot lagi.

Sementara itu, Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki, mengatakan ke awak media bahwa kontrak pekerjaan dengan rekanan berlangsung sampai 26 desember 2017 saja, namun jika tidak kunjung rampung maka tetap diberikan waktu sampai 50 hari guna menyelesaikan pekerjaannya. Didalam perpanjangan waktu ini ada denda yang berlaku terhadap rekanan sebab dianggap tidak mampu merampungkan pekerjaan sampai batas akhir kontrak.

“Iya, dia didenda, kalau tidak selesai. Tapi, besarannya silakan koordinasi dengan dinas menangani,” Ujar Andi Hamzah kemarin, Senin, 1 Januari 2018.