Bupati Bulukumba Luncurkan Pemanfaatan Gas Metan di TPA Borong Manempa

oleh
BUpati Bulukumba, A.M. Sukri A. Sappewali saat menghadiri peluncuran pemanfaatan gas metan di TPA Borong Manempa, Bulukumba, Kami 11/1/2018 I Foto : Felix

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali meluncurkan pemanfaatan gas metan, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Borong Manempa, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Kamis 11 Januari 2018. Dari sampah rumah tangga yang berakhir di TPA Borong Manempa diolah menjadi gas metan. Gas tersebut kini digunakan TPA Borong Manempa untuk memasak dan juga untuk menghidupkan generator listrik atau genset.

Produksi dan pemanfaatan gas metan ini adalah bagian dari paket kebijakan “Bulukumba Tuntaskan Akses Persampahan”. Pada poin ketiga paket kebijakan tersebut, Pemkab Bulukumba memprogramkan optimalisasi pemprosesan sampah di TPA dengan menjadikan sampah sebagai sumber energi.

Loading...

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba, Haeru Sabri mengatakan untuk akhir tahun 2017, telah ada 25 rumah yang telah dialiri pipa gas namun untuk sementara baru 5 rumah yang telah diuji untuk memanfaatkan gas metan hasil pengelolaan sampah. Kedepanya dia berharap akan lebih banyak yang mampu memanfaatkannya.

Lebih lanjut Sabri menjelaskan jika proses produksi gas metan melalui beberapa tahapan yang disebut dengan sanitary landfill. Sampah yang diangkut kontainer berakhir di TPA rata-rata mencapai 40 ton. Sampah tersebut akan dipisahkan antara sampah organik dan non organik. Kemudian dipilah lagi sehingga menyisahkan sampah yang tidak dapat didaur ulang atau dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Dari sisa pemilahan ini akan dijadikan sampah yang menghasilkan gas metan.

“Plastik, besi, kertas itu kan dapat didaur ulang. Sedangkan organik itu dapat diolah jadi pupuk kompos,” jelasnya.

Setelah proses pemisahan, sampah akan diratakan, lalu dipadatkan dan ditimbun dengan tanah. Tujuan penimbungan ini agar gas tidak menguap dan mengurangi polusi udara.

Gas metan atau gas metana adalah hidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas dengan rumus kimia CH4. Gas ini diproduksi dari tumpukan sampah seluas 30 kali 30 meter dengan kedalaman antara 7-8 meter. Diperkirakan gas tersebut akan habis dalam lima tahun.

Kepala DLHK A. Misbawati A. Wawo mengatakan jika pihaknya pada tahun 2018 ini akan menambahkan lebih banyak lagi instalasi gas metan ke rumah- rumah warga, menambah menambah luas Sanitary Landfill produksi metan yang saat ini seluas 30 kali 30 meter menjadi 60 kali 60 meter.

“Alhamdulillah, sudah ada 5 rumah menggunakan gas metan ini. Untuk penggunaan listrik, memasak dan sebagainya di kawasan TPA Borong Manempa. Penggunaan listrik TPA juga sudah mulai berkurang, karena saat ini petugas sudah menggunakan gas metan dari olahan sampah untuk memasak, listrik dan perbengkelan di workshop TPA,” kata Andi Misbah.

Selain pengelolaan sampah menjadi gas metan. A. Misbah juga mengaku mengelola pupuk organik yang hasilnya diperuntukkan menyuburkan tanaman di taman taman kota serta perkantoran.

Bupati AM Sukri Sappewali mangungkapkan, pemanfaatan gas metan cukup aman untuk digunakan memasak, listrik dan sebagainya. Kedepan dia berharap semakin banyak lagi gas metan yang dihasilkan dari olahan sampah agar dapat digunakan warga.

AM Sukri Sappewali berharap ke depannya sampah tidak menjadi masalah di Bulukumba namun bisa menjadi manfaat, melalui peluncuran paket kebijakan Bulukumba dengan menuntaskan akses persampahan melalui pengelolaan sampah menyeluruh dari hulu ke hilir, serta menumbuhkan kewirausahaan masyarakat Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di sektor persampahan. Optimalisasi pemrosesan sampah di TPA dengan menjadikan sampah sebagai sumber energi serta mendorong pembiayaan dan atau pendanaan CSR dan dana desa untuk sektor sanitasi.

“Ke depan sampah di TPA bisa digunakan lebih banyak lagi untuk menjadi pupuk kompos, gas dan sebagainya. Kita juga berharap bagaimana sampah, ini bisa menjadi uang,” pungkasnya

Acara peluncuran gas metan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Andi Hamzah Pangki, Ketua Komisi C DPRD Andi Pangerang, para kepala OPD, Camat Ujung Bulu beserta lurah dan Camat Gantarang., serta para petugas kebersihan

Loading...