Kontraktor Proyek IGD RSUD Sulthan Daeng Radja Didenda 3 Juta/Hari

oleh

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Pihak kontraktor pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Bulukumba, telah memasuki masa denda. Pasalnya target pembangunan sesuai dengan kontrak seharusnya rampung 100 persen pada 16 Desember 2017 lalu.

Akan tetapi hingga waktu yang ditentukan, pengerjaan pembangunannya hanya mencapai 85 persen saja, Dengan keterlambatan tersebut pihak kontraktor diberikan waktu tambahan selama 50 hari untuk menyelesaikan secara keseluruhan namun tetap disertai denda.

Loading...

Pegawai Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan IGD RSUD Bulukumba, Nurmansyah, masa denda sudah berlaku selama 26 hari.

“Yang kena denda itu sisa pengerjaannya, yakni 15 persen kali seperseribu. Itu sekitar Rp 3 Juta per hari,” kata Nurmansyah.

Sementara itu, Pelaksana Proyek, Ahmad Setiono, yakin dapat merampungkan sisa pekerjaannya itu sebelum batas waktu tambahan saat ditemui beberapa saat lalu oleh awak media.

“Sekarang sudah 93 persen, kami usahakan Januari ini semua sudah rampung,” katanya.

Sekedar informasi, pembangunan IGD menelan biaya sekitar Rp. 40 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 sekitar Rp. 20 miliar, ditambah pengadaan alat kesehatan sebesar Rp. 20 miliar.

Loading...