Ini Penyebab Kepala Desa Seppang Dipolisikan

oleh
Ilustrasi

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Samsu, Kepala Desa (Kades) Seppang, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba dilaporkan ke Mapolres Bulukumba kemarin (1/2/2018). Kades ini dilaporkan lantaran menuding pendamping desa melakukan kongkalikong dengan Bendahara Desa saat musrenbang yang dihadiri pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, dan beberapa anggota dewan daerah pemilihan (dapil), Kecamatan Ujungloe, Bontobahari, dan Ujungbulu pada Selasa 30 Januari lalu.

Kades Seppang saat didepan rapat tiba-tiba menyampaikan pernyataan secara kasar yang tak menyenangkan menuduh pendamping desa kongkalikong dengan bendahara desa. Tuduhan ini dianggap tak berdasar dan berdampak buruk bagi keluarga besar Program Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (P3MD) Bulukumba.

“Iya, kami sudah laporkan secara lembaga, dan pendamping desa,” ujar Koordinator P3MD Bulukumba, Iwan Salassa.

Lanjutnya, pernyataan kepala desa Seppang yang menuding pendamping desa ada kongkalikong dengan bendahara sama sekali tidak benar adanya. Karena, pendamping desa tidak masuk dalam ranah keuangan desa, dia hanya berbicara pada program dan sebagai fasilitas saja. Sehingga pernyataan ini tidak lebih dari pencemaran nama baik terhadap pendamping desa dan P3MD. Seharusnya sebagai pemerintah desa melakukan kerjasama yang baik dalam program desa, bukan sebaliknya.

“Tidak benar, dia telah menyebar fitnah besar. Pendamping desa tidak ada urusannya dengan keuangan desa,” Tambah Iwan Salassa.

Dia berharap kepolisian memproses secara hukum atas laporan yang dilayangkan, agar kedepan tidak terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan.

“Ini harus diproses hukum. Tidak ada kata maaf. Dia telah menebar fitnah, ini pencemaran nama baik” kata mantan komisioner KPUD Bulukumba ini.

Sementara itu, Wakapolres Bulukumba, Kompol Syarifuddin, mengatakan, pihak kepolisian sudah menerima laporan dari P3MD Bulukumba, selanjutnya akan dilakukan penyelidikan. Sehingga pihaknya belum bisa memastikan ada pencemaran nama baik atau tidak.

“Kita tunggu hasilnya. Sekarang sudah ditindaklanjuti,” Ujar Kompol Syarifuddin.