DLHK Bulukumba Diduga Lakukan Pungli Pungutan Sampah

oleh

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba diduga melakukan pungutan liar (Pungli) yang mencatut nama Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto kepada rumah tangga dan sejumlah industri mengenai iuran pembayaran sampah.

Pelaku pungli lebih dulu memunguti iuran sampah sebesar Rp 5 Ribu untuk rumah tangga dan Rp 50 ribu untuk indusri sehingga saat kolektor resmi lakukan penagihan, hasilnya nihil.

Loading...

Hal tersebut dibenarkan salah satu kolektor sampah DLHK, Muhammad Syawal. Dia mengatakan, beberapa warga yang ditemuinya, mengaku telah membayar tagihan sampah. Sementara sebagai kolektor resmi, Syawal sama sekali belum melakukan penagihan sebelumnya.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Persampahan DLHK Bulukumba, Hairussabri yang ditemui diruang kerjanya (7/2/2018) mengaku belum mengetahui pasti hal itu. Hanya informasi yang dia dapatkan, benar ada yang melakukan pungutan liar. Saat ini dirinya sedang melakukan kroscek kebenaran dan pelakunya.

“Terima kasih telah menyampaikan kepada kami, kami akan lakukan kroscek lebih jauh siapa pelakunya,” Ujarnya.

Dia menyampaikan, saat ini iuran sampah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) no. 12 Tahun 2017 tentang perubahan tarif retribusi pelayanan persampahan/kebersihan, dengan jumlah iuran Rp 5 ribu untuk sampah rumah tangga dan Rp 50 Ribu untuk industri.

Saat ini, petugas kolektor sampah berjumlah 11 orang, 9 orang dari DLHK dan 2 orang dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang dilengkapi dengan surat tugas, ID Card, dan SK.

”Kami meminta masyarakat waspada dan memperhatikan surat tugas dan ID card para kolektor sampah, umumnya, kolektor yang ditugaskan membawa Perbup ID, card, dan SK,” Ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dari informasi yang dia dapatkan namanya dicatut oleh oknum ASN dinas DLHK.

“Iya, betul. Nama saya disebut memerintahkan lakukan pungutan kepada industri. dan itu tidak benar,” Ungkapnya.

Pihaknya mengaku prihatin atas masalah ini.Jika terbukti lakukan pungutan lalu mencatut namanya, pelaku bakal dikenai sanksi.

Loading...