Kejari Bulukumba Bidik Calon Tersangka Korupsi Bedah Rumah

oleh
Kepala Kejaksaan Cabang Kajang, Erwin Juma I Foto : Felix

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cabang Kajang Bulukumba telah membidik beberapa nama calon tersangka kasus dugaan korupsi bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Desa Laikang, Kecamatan Kajang, Bulukumba. Setiap warga menerima bantuan perbaikan rumah sebesar Rp7,5 juta yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpera) Republik Indonesia.

Saat ditemui oleh Beritabulukumba.com , Kepala Kejaksaan Cabang Kajang, Erwin Juma, mengungkapkan, saat ini, pihaknya sudah mengantongi dua nama yang berpeluang ditetapkan menjadi tersangka didalam kasus bedah rumah ini.

Loading...

“Iya, sudah ada nama calon tersangkanya, tapi belum bisa diungkapkan, dalam waktu dekat kita akan umumkan tersangkanya,” ujar Erwin, diruang Kasi Intel Kejaksaan, (7/2/2018).

Peningkatan status dari penyelidikan ketahap penyidikan setelah dilakukan pemeriksaan kepada beberapa pihak, hanya nama calon tersangka yang dimaksud belum bisa dipublis keluar, karena dikhawatirkan jika lebih awal disebutkan akan menghilang. Dengan demikian, akan menyulitkan proses bagi Kejaksaan.

Lanjut Erwin, pelanggaran yang dilakukan pihak suplair dalam pengelolaan bantuan bedah rumah yakni adanya pemotongan anggaran, banyak suplair memberikan bantuan dalam bentuk uang, selanjutnya suplair dia sub kan kepada orang lain lagi. Padahal, kata dia, didalam aturan Kemenpera tidak bisa dilakukan atau di sub kan kepihak lainnya dalam bantuk uang, melainkan berupa barang. Total anggaran bantuan bedah rumah khusus Kajang mencapai Rp 27 miliar.

“Satu MBR itu menerima Rp7,5 juta. Tapi, yang terjadi tidak seperti itu, malah dibawahnya,” katanya.

Dia berusaha akan menyelesaikan tahun ini kasus bedah rumah yang sedang ditangani, apalagi pihak Inspektorat telah menemukan kerugian negara sekira Rp 300 juta dari totan anggaran Rp 1,7 miliar khusus desa Laikang, Kajang. Selain itu, kemungkinan ada calon tersangka lain masih menunggu fakta baru di persidangan setelah dilimpahkan ke Kejaksaan nantinya. Kejaksaan bersama kepolisian baru menyelesaikan dua desa yang bermasalah dari 15 desa penerima bantuan bedah rumah.

“Dua desa sudah inkra. Sekarang yang kita proses lagi adalah desa Laikang,” jelasnya.

Diketahui, dalam kasus bedah rumah ini mantan kepala seksi (Kasi) Perumahan Swadaya Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (DTCK) Bulukumba, bernama Suparman, telah ditetapkan tersangka yang kini sudah bebas pasca menjalani hukuman penjara. Dia ditetapkan tersangka dalam kasus bedah rumah desa Maleleng, Kecamatan Kajang. Jumlah kerugian Negara berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mencapai Rp 248 juta dari total Rp 1,7 miliar. Bukan hanya itu, rekanan CV Ningrat Pratama, Salman, juga telah divonis sebelumnya.

Salah satu aktivis Bulukumba, Asdar, mengatakan, bantuan bedah rumah ini memang harus diusut secara tuntas oleh Kejaksaan, karena banyak pelanggaran didalam pengelolaannya. Seharusnya setiap masyarakat menerima bantuan sebesar Rp7,5 juta, namun fakta dilapangan justru jauh dibawahnya, bahkan dugaan pelanggaran ini hampir semua terjadi, bukan hanya di Kecamatan Kajang. Padahal, bantuan bagi warga kurang mampu ini harus diterima sepenuhnya, tidak terjadi ada pemotongan.

“Ini harus dikawal. Kasian bantuan warga kurang mampu itu dipotong. Ini harus diusut tuntas,” tandasnya.

Loading...