Begini Kronologi Guru SMP 1 Bulukumba Yang Ancam Injak Anak Muridnya Hingga Berdarah

oleh
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bulukumba, Muhammad Asdar

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Gara gara menari pada perayaan hari jadi Kabupaten Bulukumba yang ke 58, seorang murid yang diancam akan di injak hingga berdarah oleh seorang guru yang merupakan wali kelasnya sendiri.

Informasi ancaman tersebut beredar dari salah satu netizen di media sosial Facebook,

Status Facebook Andi Asriady As

“Siruntukka denro silong A.Asdar Mantan camat Bulukumpa…engka nacerita.aro gare ana’na di cairi di sikolana.gara2 ikutki menari di Hari Jadi Bulukumba.tapi menurut panitia,itu sudah atas ijin kepala sekolahnya.bahkan panitia yg langsung meminta izin kekepala sekolahnya.
jadi iaro anakna di suroi messu dari kelas,nappa di cairi di nyaung2 dan diancam di skorsing,bahkan sang guru mengeluarkan kata2 yg menurut sy tdk pantas diucapkan oleh seorang guru.menurut keterangan sang anak,gurunya berkata seperti ini…”andai tidak ada di bilang HAM,sdh mako sy injak dan sy kasi berdarah darah” Pertanyaannya…..
1.jd andai deggaga diaseng HAM,kira kira siagani siswa pura nalejja lejja nappa napaccera cera iyare gurue.
2.apakah di benarkan seorang pendidik mengeluarkan kata kata seperti itu,nappa guru PKN toppa.
Sekilas potret lain dr dunia pendidikan kuta di Bulukumba.
#arogansiguru.
#sudutduniapendidikan.
#ceritasoretadi.

Tulis Andi Asriady As di Facebooknya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bulukumba, Muhammad Asdar yang ditemui Beritabulukumba.com di ruangannya membenarkan kejadian yang mencoreng nama baik sekolahnya tersebut. Senin, 12 Februari 2018.

“Benar ada kejadian seperti itu, Kami dari pihak sekolah sangat menyayangkan hal tersebut, Tapi pihak guru yang bermasalah dan orang tua murid sudah dipertemukan, Alhamdullillah sekarang sudah clear masalahnya,” Ujar Muhammad Asdar.

Lanjutnya, peristiwa ini bermula saat murid yang bersangkutan tidak hadir pada pelaksaan upacara bendera pada hari senin karena ikut menari pada perayaan hari jadi Kabupaten Bulukumba kemarin.

“Mungkin karena malu, upacara benderanya kacau, jadi si guru ini naik emosinya, bahkan bilangaki ‘Bukan pak Bupati yang kasihko nilai’,” Tambahnya sambil menirukan perkataan guru tersebut.

Diketahui guru tersebut bernama Rosita yang mengajarkan Pendidikan Agama Islam dan Syamsu Rijal yang mengajarkan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) yang juga merupakan pasangan suami istri.

“Soal sanksi pihak sekolah cuma bisa kasih pembinaan, untuk masalah mutasi itu Dinas Pendidikan yang punya kewenangan,” Jelasnya.

Untuk saat ini, pihak sekolah sementara mencari kelas baru untuk murid yang telah diancam tersebut.