PNS Narkoba, Bupati Bulukumba : Jangan Mimpi Bisa Lolos

oleh
Bupati Bulukumba, A.M. Sukri A. Sappewali

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Bupati Bulukumba, A.M. Sukri A. Sappewali kembali prihatin dengan adanya PNS yang ditangkap narkoba baru-baru ini, dirinya pikir sudah tidak ada lagi PNS yang terlibat narkoba, namun faktanya masih ada ditemukan. Senin, 12 Februari 2018.

“Ini sudah keterlaluan, tolong ini (perilaku narkoba) disadari dan dihentikan. Saya minta Polres untuk terus mengejar PNS pelaku narkoba tersebut. Jadi jangan mimpi ada yang bisa lolos,” kata AM Sukri Sappewali dengan nada geram

Bupati dua periode ini juga akan segera melakukan sidak tes urine disetiap SKPD untuk menemukan PNS yang masih melakukan penyalahgunaan narkoba.

Sebelumnya diketahui, seorang PNS Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bulukumba diringkus oleh Polres Bulukumba setelah kedapatan mengkonsumsi narkoba golongan I jenis Shabu pada hari Jumat, 9 Februari 2018 lalu.

Selain terkait PNS yang menggunakan narkoba Bupati Bulukumba ini juga kecewa dengan jumlah PNS yang ikut pada upacara bendera yang dilakukan di Halaman Kantor Bupati.

Sesaat sebelum upacara Bendera, Bupati AM Sukri Sappewali tiba-tiba memerintahkan kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengabsen para pegawainya yang ikut upacara dan melaporkan secara langsung sebelum upacara dimulai, Senin (12/2) di halaman Kantor Bupati

AM Sukri Sappewali terlihat kecewa karena beberapa OPD barisan pegawainya terlihat sedikit. Setiap barisan OPD dilengkapi dengan papan nama di depannya, sehingga Bupati dapat melihat secara langsung OPD apa saja yang kurang pegawainya hadir mengikuti upacara.

Saat Bupati memerintahkan untuk mengecek barisan OPDnya, para kepala OPD dan pejabat eselon III-nya yang terpisah barisannya langsung berhamburan mengecek pegawainya dan merekap jumlah yang hadir dan tidak hadir. Setelah itu para kepala OPD berbaris di depan Bupati yang berada diposisi inspektur upacara dan bersiap melaporkan jumlah pegawainya.

Dengan menggunakan pengeras suara, setiap kepala OPD secara bergiliran melaporkan jumlah pegawai di kantornya, berapa yang hadir, berapa tidak hadir beserta alasannya. Tampak Kepala BKPSDM Andi Ade Ariadi bersama jajarannya mendampingi dan mencatat apa yang dilaporkan oleh para kepala OPD.

Bupati AM Sukri Sappewali meminta kepada BKPSDM untuk mencatat nama-nama pegawai yang tidak hadir tersebut dan memberikan teguran tertulis. Teguran tersebut masuk pada kategori teguran ringan.  

“Kepada para kepala OPD, mohon ditegurlah para pegawainya itu, tidak perlu lagi Bupati turun langsung untuk urusan kedisiplinan pegawai,” kata AM Sukri Sappewali.