Tidak Ada Akses Jalan, Pasar Senilai 6 Miliar Ini Terbengkalai

oleh
Pasar Borong Rappoa Terbengkalai Akibat Tak Punya Akses Jalan. I Foto : Felix

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Pasar tradisional Borong Rappoa dibangun tahun anggaran 2015 atas bantuan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI). Pembangunan pasar senilai Rp 6 miliar ini, belum dimanfaatkan. Penyebabnya jalan lingkar menuju pasar tersebut belum dikerjakan sehingga tidak akses jalan ke fasilitas publik tersebut.

Bupati Bulukumba A.M. Sukri A. Sappewali, sendiri sudah meninjau pasar Borong Rappoa, sejak tahun lalu saat pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kecamatan. Namun pada Musrenbang Tahun 2018 ini, terungkap jika usulan pembangunan jalan menuju pasar Borong Rappoa yang berada di belakang Kantor Camat Kindang tersebut belum dianggarkan di APBD tahun 2018 ini. Padahal idealnya, pasar Borong Rappoa semestinya sudah dimanfaatkan para pedagang.

Praktis Bupati Bulukumba dua periode tersebut, menyayangkan jalan lingkar menuju pasar belum dibangun.

“Sangat disayangkan belum dikerja. Tahun ini sudah harus dikerja, minimal anggarannya sudah harus masuk di APBD Perubahan,” pinta Andi Sukri, di acara Musrenbang tingkat Kecamatan Kindang yang dilaksanakan di Kantor Camat Kindang, Selasa (13/2/2018).

Persoalan lainnya yang mengemuka pada Musrenbang Kecamatan Kindang adalah Na’na yang masuk wilayah Kelurahan Borong Rappoa masih terisolir. Warga menilai Na’na tidak layak disebut sebagai wilayah kelurahan karena akses jalan ke sana masih jalan tanah. Padahal potensi sumber daya alam Na’na sangat bagus. Selain kopi, Na’na juga memiliki pesona alam yang bagus dan punya air terjun, yang dikenal dengan air terjun Pelangi.

Turut hadir pada Musrenbang ini, Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki, anggota DPRD Muh Bakti. Keduanya adalah legislator asal daerah pemilihan Gantarang Kindang