Badan Pendapatan Daerah Bulukumba Diduga Gelapkan Anggaran Rp 290 Juta

oleh
Ilustrasi : Felix

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Badan Pendapatan Daerah (BPD) Bulukumba diduga telah menggelapkan anggaran daerah sebesar Rp 290 juta. Anggaran sisa pemakaian tahun 2017 itu diduga dicairkan tanpa sepengetahuan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), yang kemudian dilarikan pada perjalan dinas fiktif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritabulukumba.com , anggaran sebesar Rp 290 juta ini merupakan sisa anggaran program BPD Bulukumba Tahun 2017 lalu. Karena tidak habis, oknum tak bertanggungjawab kemudian membuat program yang fiktif berupa perjalanan dinas bekerjasama pihak terkait. Dugaan ini muncul disebabkan adanya sisa anggaran dibeberapa kepala seksi, namun uang tak dikembalikan ke kas daerah yang mesti menjadi sisa lebih perhitungan pembiayaan anggaran (Silpa) APBD 2017.

Loading...

Salah seorang PNS BPD Bulukumba yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, seharusnya anggaran ini menjadi Silpa APBD, hanya sengaja dibuatkan pertanggungjawaban fiktif berupa perjalanan dinas agar uang tidak dikembalikan. Bahkan, yang lebih parah karena PPTK tidak mengetahui lantaran tandatangannya dipalsukan oleh oknum tertentu sehingga tidak terjadi indikasi temuan nantinya

.

“Ini pasti ada kerjasama didalamnya. Kenapa ada bisa pertanggungjawaban tidak ada perjalanan dinas. Apalagi kita ini tidak pernah kemana-mana,” ujarnya, Selasa 13 Februari 2018.

PLT BPD Bulukumba, Andi Mappiwali

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala BPD Bulukumba tahun 2017, A. Mappiwali mengaku belum mengetahui adanya penyelewengan anggaran di bawah kepemimpinannya dulu. Dia berjanji akan mencari tahu kebenarannya.

Dia mengaku, jika anggaran 2017 semuanya telah terpakai. Tidak mungkin menurutnya digunakan yang bukan untuk peruntukkannya karena akan menjadi temuan.

“Yang pasti perjalanan dinas tidak mungkin mengunakan uang jasa, karena beda peruntukkannya. Namun akan saya cek kebenaranya, akan panggil PPTK penggunaan anggarannya,” jelas Mappiwali yang ditemui di ruang pola kantor Bupati beberapa saat lalu.

Loading...